Thursday, September 21, 2006

[songlirics]Janji Pemimpin Pembimbing Penolong

Janji yang manis kau tak kulupakan
Tak terombang-ambing lagi jiwaku

Walau lembah hidupku penuh awan
Nantikan cerahlah langit diatasku

Kau tidak kan Aku lupakan ...
Aku Pemimpinmu Aku Pembimbingmu

Kau tidak kan Aku lupakan ...
Aku Penolongmu yakinlah teguh

[songlirics]s'bab engkau kan mengembang ke kanan ke kiri siapkalah

refr.:
...
s'bab engkau kan mengembang ke kanan ke kiri
keturunanmu kan memproleh bangsa-bangsa
dan mendiami kota-kota sunyi
siapkahlah dirimu

Tuhan ini kami hambaMu
pakailah sesuai kehendakMu
kami siap jalankan FirmanMu
Nyatakanlah k'muliaanMu 3x
...

Friday, September 15, 2006

Jangan terlena dengan gedung megah dan fasilitas mewah.

Jangan terlena dengan gedung megah dan fasilitas mewah. Jadikan semua itu untuk mewadahi pembangunan iman warganya. Pusatkan program untuk pembelajaran Alkitab yang kokoh dan segar untuk mengubah hidup anak Tuhan makin hari makin menyerupai Kristus.

Allah dapat memakai gedung yang sederhana dan fasilitas terbatas untuk membangun umat Tuhan yang tangguh iman dan setia melayani.

Atken from: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/09/15/

Friday, September 01, 2006

[membacaFirTu]Roma 14:16-23

Roma 14 : ... - ...
16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah.
17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi
soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan
pada Allah dan dihormati oleh manusia.

22 Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah.
Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk
dilakukan.
23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak
melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

"godoproduction administrator"

Thursday, August 24, 2006

[sate][sikap terhadap karunia]pakai sesuai maksudNYA

Bagaimanakah aku bersikap terhadap karunia yang Tuhan telah berikan kepadaku?

Memakainya sesuai maksud DIA memberikannya bagiku: menjadi rekan skerja NYA yang baik (mengasihi Tuhan dan yang dikasihiNya).
Senang meski karunia yang lain kurang atau tidak ada pada saya miliki.
Karuniaku datangnya dari Tuhan dan Perkembangannya pun karuniaNYA.

taken from: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/08/25/
Salam, godoproduction adminstrator...

Thursday, August 17, 2006

[18.08.2006]progress pribadi

Per 17 Agustus 2006...E-memasuki bulan keempat kerja di uc ini kami perlukan ngevaluasi pemakaian waktu2 yang ada.
Proses satu dua bulan pertama telah terlewati dengan baik.
Proses tiga bulan kerja telah dilewati...kami perlu berdoa dan evaluasi energi2.
Proses mau ngajar dan ngajar perlu energi khusus...mohon agar dapat mempersiapkan diri dengan baik...perhatian buat N dan komunikasi dengan L. Sejauh mana N telah dipenuhi kebutuhannya, sejauh mana L telah didukung dan mendukung, sejauh mana L telah penuhi kebutuhan2 utama E dan N...kami senang kami dapet berdoa bersama tadi malam dan kami telah dapet ngakses internet dari rumah (sejak 12Agustus2006 jam 10.44 malam alias 22.44wib)...semoga fasilitas itu semakin mempertajam influencenya kami sebagai alumni yg bekerja dalam lingkungan yg DIA berikan...
dan semoga blog yg di http://jcforce.blogspot.com tidak sekedar 'tampil'an sajah...gbu all...

Monday, August 14, 2006

[suatuprosespemahamandiri]Yosua 18:1-10

Allah telah memanggil Yosua memasuki tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan oleh Allah bagi Israel...berikut mungkin ada proses mirip dalam dekati kampus yusee...

...
Yosua 18:1
Maka berkumpullah segenap umat Israel di Silo, lalu mereka menempatkan Kemah Pertemuan di sana, karena negeri itu telah takluk kepada mereka.
-->Rekans telah ada di UNESA Lidah/ Silo/ dekat YuSee......

Yosua 18:2
Pada waktu itu masih tinggal tujuh suku di antara orang Israel, yang belum mendapat bagian milik pusaka.
-->[Mas PCT, UNG]+(dan KelL)

Yosua 18:3
Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?
-->Mas K, R seperti Pak Yosua dalam proses ini

Yosua 18:4
Ajukanlah tiga orang dari tiap-tiap suku; maka aku akan menyuruh mereka, supaya mereka bersiap untuk menjelajahi negeri itu, mencatat keadaannya, sekadar milik pusaka masing-masing, kemudian kembali kepadaku.
-->Perintah yg harus ditaati, proses 'pengintaian dilakukan

Yosua 18:5
Sesudah itu mereka akan membaginya di antara mereka menjadi tujuh bagian. Suku Yehuda akan tetap tinggal dalam daerahnya di sebelah selatan dan keturunan Yusuf akan tetap tinggal dalam daerahnya di sebelah utara.
-->Proses penantian dalam doa sambil mempersiapak segala sesuatu yang kiranya diperlukan

Yosua 18:6
Kamu catat keadaan negeri itu dalam tujuh bagian dan kamu bawa ke mari kepadaku; lalu aku akan membuang undi di sini bagi kamu di hadapan TUHAN, Allah kita.
-->Proses pengundian dengan pergumulan dalam doa2... masuk daerah dan proses penyiapan diri dan proses pembangunan 'pondasi Kristus'...

7
8
9
10

godoproduction: lagi in process, pergumulan...menguji dalam doa dan pergumulan masa depan...

[sate]hari ini

Jika Allah berjanji, mungkinkah Ia tidak menggenapinya? Allah bersifat setia, terpercaya, kudus maka tidak mungkin Ia tidak menepati janji-janji-Nya. Tidak menepati janji berarti bertolak-belakang dengan sifat-sifat tersebut. Namun, janji itu diperoleh bukan tanpa perjuangan. Janji Allah tidak akan dialami penggenapannya oleh umat yang malas, tidak taat mengikuti perintah Allah, dan tidak berjuang.

Salam, godoproduction...

teken from: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/08/14/

Sunday, August 13, 2006

[bacaanayatberkesandengannico]mazmur 2:8

Mintalah kepadaKU maka bangsa-bangsa akan kuberikan sebagai milik pusakamu dan Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Allah meminta agar saya berdoa meminta kepada Allah...bangsa-bangsa, dan ujung bumi...

Semoga saya diberi hati yg bertumbuh dalam hal kepekaan, ketaatan, hati yang memilah2 dengan baik, untuk meminta dan menanti-nantikan Allah...

Salam: godoproduction administrator

[songliric]ku berbahagia...Jesus abadi...

Ku berbahagia...yakin teguh...
Yesus abadi...kepunyaanku...

Aku warisNYA...ku ditebus...
Ciptaan baru...Rohul Kudus...

Aku bernyanyi...bahagia...
Memuji Yesus...selamanya...

Aku bernyanyi...bahagia...
Memuji Yesus...selamanya...

Thursday, August 03, 2006

[sate]anugerahNYA

TUhan terima kasih untuk AnugerahMU bagi saya.
Tolonglah aku supaya aku bisa menghidupi anugerahMU dan berdisiplin dalam kasih karuniaMU.
Terima kasih untuk kesempatan, waktu, berkat, penghidupan, keberadaanku, dll yang Tuhan berikan dalam rencanaMU.
Tolong supaya aku tidak menyia-nyiakan kebaikanMU kepadaku.
Terima Kasih. Amin

Tuesday, August 01, 2006

[sate]suatu doa rasul paulus

Roma 10:1
Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.

Keinginan hatiku dan doaku pada Tuhan:
Supaya Evi, Nico, dan mBak Rob diselamatkan oleh Tuhan dari pola hidup yang sia-sia.
Supaya Tuhan mengaruniakan 'hati' yang mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, dan mengasihi manusia.
Supaya kami dikaruniakan Tuhan komunikasi yang baik dalam proses penyelamatan (pola) hidup kami dan orang lain dalam oikos kami, yang mana hal itu dimulai dari penyelamatan (kemurnian) 'diri' kami.

Pergumulan yg berat dalam komunikasi dengan psg: soal pola kepemimpinan saya yg cukup lemah di rumah, keluarga besar saya yang kurang 'terperhatikan' keselamatannya.

Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa, Amin.

Sunday, July 30, 2006

[sate][kedaulatanNYA]...Allah Memilih...

dalam hal pemilihan orang2 percaya Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat diri: Allah memilih siapa saja yang mau diselamatkanNYA!.
Sampai disini Tugas Allah menentukan: muncul istilah Orang2 Pilihan Allah...namanya HAK FREOROGATIVE kalau diistilahkan dalam hidup sehari-hari di Indonesia.

Allah dapat melakukan apa saja yang baik dalam pandanganNYA!.

Tugas berikutnya: Orang2 Pilihan tadi bebas menentukan pilihannya, bukan sebagai robot Allah, tetapi sebagai orang2 yang punya kehendak bebas.

Kumpulan orang2 pilihanNYA, harus bekerjasama untuk melakukan pekerjaan2 baik yg telah disediakan Allah sebelumnya...IA mau supaya kita hidup didalamnya...: saling mendukung untuk mencapai Mahkota Maksimal untuk masing2.

diingatkan kembali saat sate hari ini dari: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/07/31/
salam, lasman

Thursday, July 27, 2006

[renungan]Allah berkata...Suatu Tawaran Allah...

Engkau tidak perlu menjadi orang pandai utk menyenangkanKu; cukuplah dengan kauingin mengasihiKu. Berbicaralah kepadaKu seperti kepada seseorang yang sangat kau sukai.

Adakah orang-orang yang ingin engkau doakan.. Sebutkan nama-nama mereka kepadaKu, dan mintalah dariKu sebanyak yang engkau mau. Aku ini murah hati dan mengetahui semua kebutuhan mereka, tetapi Aku ingin engkau menunjukkan kasihmu kepada mereka dan kepadaKu dengan mempercayai Aku untuk melakukan apa yang Kutahu yang terbaik.

Katakan padaKu tentang si miskin, si sakit dan orang-orang berdosa, dan jika engkau kehilangan persahabatan atau kasih sayang dengan siapapun, katakan juga kepadaKu.

Adakah sesuatu yang kau inginkan untuk jiwamu? Jika engkau mau, engkau dapat menuliskan semua kebutuhanmu dalam sebuah daftar yang panjang, lalu kemarilah dan bacakan kepadaKu.

Katakan saja padaKu tentang kesombonganmu, sifatmu yang mudah tersinggung, keakuanmu, kejahatanmu dan kemalasanmu. Jangan malu; ada banyak orang Kudus di surga yang telah melakukan kesalahan-kesalahan yang sama; mereka berdoa kepadaKu dan, sedikit demi sedikit, kesalahan-kesalahan mereka itu diperbaiki.
Jangan terburu-buru memintaKu untuk memberkati tubuh dan pikiran; kesehatan, daya pikir, keberhasilan. Aku dapat memberikan segalanya dan Aku akan selalu memberikan segala yang dibutuhkan untuk membuat jiwa-jiwa lebih kudus.

Apa yang kau inginkan hari ini ? Katakanlah padaKu, sebab Aku menanti-nantikan untuk melakukan kebaikan bagimu. Apakah rencana-rencanamu? Ceritakanlah padaKu. Adakah seseorang yang ingin kau senangkan hatinya? Apa yang kau inginkan terjadi untuk mereka?

Dan tidakkah engkau ingin melakukan sesuatu untukKu? Tidakkah engkau ingin melakukan sedikit kebaikan untuk jiwa teman-temanmu yang mungkin telah melupakanKu? Katakanlah kepadaKu tentang kegagalan-kegagalanmu, dan Aku akan menunjukkan kepadamu penyebabnya. Apakah kekhawatiranmu? Siapakah yang telah menyakitimu? Katakanlah kepadaKu, dan sertakan juga bahwa engkau akan memaafkan dan melupakan, dan Aku akan memberkatimu.

Apakah engkau takut akan sesuatu? Apakah engkau menyimpan ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan dan menyiksa? Percayakan dirimu kepadaKu. Aku ada disini. Aku melihat segala sesuatu. Aku tidak akan meninggalkanmu.

Tidak adakah sukacita yang dapat engkau ceritakan kepadaKu? Mengapa engkau tidak berbagi kebahagiaanmu denganKu? Katakanlah kepadaKu apa yang telah terjadi sejak kemarin yang membuatmu merasa senang dan tenang. Apapun itu, betapapun besarnya, betapapun kecilnya, aku telah menyiapkannya. Tunjukkanlah kepadaKu penghargaanmu dan berterima kasihlah kepadaKu.

Apakah engkau menetapkan hati untuk tidak jatuh dalam percobaan? Apakah engkau sudah menetapkan keputusanmu tentang buku-buku dan pergaulan yang buruk? Semua hal itu merusak kedamaian jiwamu. Akankah engkau bersikap baik kepada orang yang telah menyakitimu itu?

Sekarang, teruslah berjalan. Teruslah bekerja. Teruslah berusaha dan jadilah orang yang lebih tenang, lebih rendah hati, lebih taat, lebih murah hati; dan kembalilah segera dan bawalah padaKu hati yang lebih berserah. Besok Aku menyediakan bagimu lebih banyak berkat.

"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai perdamaian bagi dosa-dosa kita". 1 Yohanes 4:10.

taken from: anki togoseak (asatyawati@yahoo.com) ke milist pd_stikom, Tuesday, July 25, 2006 6:28 AM

Wednesday, July 26, 2006

[sate][status&kondisi]"Anda dinyatakan tidak bersalah, Anda Bebas!"

"Anda dinyatakan tidak bersalah, Anda bebas!"

Apa arti perkataan itu bagi Anda bila Anda sebelumnya didakwa dan diancam hukuman mati?
Perkataan seperti itulah yang tampaknya ditujukan kepada orang percaya (Roma 8:1). Bebas dari hukuman memang sangat berarti, tetapi tidak terlalu berguna apabila orang yang bersangkutan tidak mengalami perubahan lain.
Allah tidak hanya membenarkan orang-orang yang percaya kepada- Nya. Ia juga melepaskan orang beriman dari perbudakan dosa membelit dan menghasilkan maut (Roma 6:23). Kuasa dosa yang memperbudak manusia telah dipatahkan dan pemerintahan Allah dalam hidup orang percaya telah dimulai.

...

taken from: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/07/26/

Belajar Mengingat: Saya dan Anda harus menomorsatukan kehendak Allah dalam setiap pilihan yang kita ambil. Ini tidak akan selalu mudah. Kuncinya: Bergantung pada Roh Kudus agar kita hidup menurut Roh bukan menurut daging.

[songliric]...mengucap syukur sebab kasih setiaMu padaku...

...
reff.:
tiada hari tanpa mengucap syukur,
karena pertolonganMu kepadaKu,
tiada hari tanpa mengucap syukur,
sebab kasih setiaMu padaku...


[di perjalanan Rabu (26.07.2006), sekitar jam 16.40 an]

Tuesday, July 18, 2006

...Suatu Kedaulatan Allah...

Tuhan berdaulat memakai siapa pun dan dalam skala cakupan sebesar apa pun untuk menjadi alat-Nya menggenapkan rencana keselamatan-Nya. Anda ketua majelis, pemimpin kelompok PA, guru sekolah Minggu atau berbagai kepemimpinan dalam bidang apa pun? Kunci kesuksesan pelayanan Anda terletak pada ketundukan Anda pada Sang Pemimpin Agung, dan ketaatan pada firman-Nya menjaga kekudusan hidup.

Mulailah sejak dini memperteguh kewaspadaan untuk tidak membiarkan sikap bersandar pada diri sendiri dan kesombongan menggerogoti kualitas iman dan pelayanan Anda.

saduran dari: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/07/19/
Bahan: Yosua 5:13-15

Salam, Lasman

Thursday, July 13, 2006

...soal suatu janji Nya...

bahan: Yosua 1:1-18

...
Situasi dan kesulitan apa pun tidak boleh membuat gereja putus asa karena rencana Allah bagi dan melalui gereja tidak pernah bisa digagalkan! Allah bisa membangkitkan orang-orang berkaliber pemimpin, asal seperti Yosua mereka mau bersandar penuh kepada Allah, taat persis firman-Nya, dan dengan proaktif mengerjakan bagian kepemimpinan yang dipercayakan Allah bagi mereka.

[Lasman]Gereja = orang2 percaya Kristus.

kesan yg dalam soal suatu janji Firman Nya:
hati teguh,
hati kuat,
...jangan kecut dan tawar hati...
[cari dan hidupi 'pimpinanNya']

Yosua 1:9
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.

Allah memberi [suatu klik] kebebasan bagi saya untuk pergi kemana saja bagi kegenapan rencana terbaikNya untuk saya dan kami!.
Didukung oleh hasil komunikasi saya dengan isteri selama ini.
Didukung oleh Kel. Mas Rasp juga Kel. Dbst (Mb.L).
T4k.e.r juga demikian...[jangan takabur!]

[lasman, http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/07/14/]

Wednesday, July 12, 2006

...[binakomunikasikeluargaanak]...

Wednesday, 12 July 2006 01:19 [kompas]


--------------------------------------------------------------------------------

Berkomunikasi Dengan Anak

Oleh: Misni Irawati
Guru TK Swadaya Banjarmasin

Hasil penelitian selama ini, penyebab utama anak melakukan mogok bicara atau bertingkah bandel dikarenakan kesalahan orangtua dalam berkomunikasi.

Diam di sini ,jangan ke mana-mana! Ingat ya, mama tidak mau kalau mama selesai kamu sudah gak ada! Atau kata apa lagi yang biasa diucapkan orangtua dalam memberikan perintah dan larangan kepada anaknya tanpa memberikan kesempatan untuk bicara atau menyanggah. Begitulah kita dengan egoisnya selalu melakukan itu. Tidak jarang kata perintah kita ucapkan pada anak tanpa sadar, bahkan beribu kali kita mengucapkannya pada setiap kegiatan.

Tahukah, perintah harus ini, harus itu, tetap di situ atau apalah, dapat mempengaruhi hubungan antara orangtua dan anak? Terlebih dalam menjalin komunikasi antara orangtua dan anak usia dini. Pernahkan kita mengalami anak usia tiga tahun melakukan mogok bicara pada orangtuanya? Atau anak seusia itu memaki ibunya dengan bahasa orang dewasa? Tahukah apa penyebabnya.

Hasil penelitian selama ini, penyebab utama anak melakukan mogok bicara atau bertingkah bandel dikarenakan kesalahan orangtua dalam berkomunikasi. Orangtua terus-terusan memberikan perintah dan larangan dengan gaya yang khas membuat anak muak menghadapinya.

Dalam teori pendidikan modern dikenal 12 gaya popular yang harus dihindari orangtua dan guru, dalam menjalin komunikasi terhadap anak dan remaja. Larangan ini berlanjut sampai anak menjadi dewasa, baik dalam waktu pembelajaran di sekolah maupun di rumah.

Kebanyakan orangtua karena adanya rasa memiliki sepenuhnya terhadap diri anak, membuat lupa dalam bersikap dan berbicara bahwa mereka melakukan kesalahan dan menyakiti perasaan anak. Sikap dan gaya bicara dimaksud yaitu: memerintah; menyalahkan atau memvonis; meremehkan; membandingkan; mencap atau memberikan label; mengancam; memberi nasihat; membohongi; menghibur; mengeritik; menyindir; menganalisis.

Kedua belas gaya itu merupakan penghalang utama dalam menjalin komunikasi positif antara orangtua dengan anak. Padahal dapat dipastikan, cara berkomonikasi begitu yang selama ini diberikan orangtua lebih-lebih pendidik --walau tidak semua pendidik melakukannya. Coba perhatikan, sekarang banyak terjadi kasus anak kecil melakukan hal di luar kebiasaannya; bunuh diri misalnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Salah satu faktor penyebabnya adalah kesalahan gaya berkomunikasi tersebut.

Gaya memerintah adalah sikap yang menjadi pilihan pertama dilakukan orangtua atau guru. Tujuannya agar masalah cepat selesai dengan harapan anak menjadi patuh, karena tidak boleh membantah dan tidak ada pilihan. Kata yang digunakan adalah ‘cepat kerjakan’, ‘jangan’, ‘tidak’ dan ‘harus’. Padahal kata jangan, tidak dan harus itu sangat bertentangan dengan jiwa anak yang selalu ingin tahu dan tak ingin dilarang. Akibatnya anak hanya patuh dan tunduk di depan orangtua atau guru, sebaliknya bila jauh mereka menjadi brutal.

Sikap menyalahkan atau memvonis merupakan kebiasaan jelek kedua yang seharusnya tidak boleh dilakukan orangtua dan guru. Memang tujuan orangtua menyalahkan adalah memberitahu kesalahan anak. Tetapi dengan cara menyalahkan atau memvonis anak terlebih di depan temannya, membuat harga diri anak hancur. Anak tidak pernah benar, tidak pernah baik. Terlebih bila dibarengi dengan kata-kata yang membuat anak semakin tidak berharga, karena anak merasa tidak pernah melakukan hal yang benar. Akibatnya anak menjadi rendah diri dan pendendam.

Sikap meremehkan terhadap anak merupakan hal ketiga yang tidak boleh dilakukan orangtua atau guru. Dengan meremehkan sama artinya menyatakan orangtua yang lebih tahu, bisa dan hebat. Hal ini membuat anak merasa tidak berharga atau tidak mampu. Apalagi biasanya kalimat yang terucap dari orangtua adalah cemoohan. Seperti ‘alah’, payah, dan kata yang bersifat meremehkan kemampuan anak. Akibatnya anak menjadi enggan melakukan hal baru, mencoba sesuatu dan menjadi pasif serta acuh tak acuh.

Kebiasaan membandingkan antara anak yang satu dengan lainnya adalah hal keempat yang patut dihindari. Walaupun sebenarnya tujuan orangtua atau guru membandingkan antara anak yang satu dan lainnya adalah memotivasi anak untuk menjadi lebih baik. Namun pesan yang ditangkap, justru anak merasa orangtuanya pilih kasih.

Kebiasaan orangtua atau guru mencap atau memberi label pada anak adalah hal yang sama sekali tidak boleh dilakukan, karena sangat fatal akibatnya bagi anak. Tujuan orangtua atau guru mencap adalah memberitahukan kekurangan anak untuk diubah. Tetapi pesan yang ditangkap anak adalah mematikan segala kreativitasnya.

Biasanya orangtua memberikan label dengan sebutan yang sangat menyakitkan hati anak seperti si lamban, si dungu dan banyak lagi sebutan yang membuat anak merasa muak karenanya. Pada akhirnya mereka menjadi pembrontak, seakan-akan mereka berkata bunuh saja saya.

Mengancam anak harus dihindari orangtua dan guru dalam berkomunikasi atau bertindak. Tujuan memberikan ancaman agar anak menjadi penurut dan patuh. Tetapi kesan yang didapat anak adalah kecemasan dan rasa takut yang sangat dalam. Selain itu, dengan ancaman mematikan jiwa kreativitas anak. Karena dalam setiap gerak dan aktivitasnya, anak selalu dihantui dengan kata: "Awas kalau ...!" Hasil yang didapat, bukannya anak menjadi patuh tetapi malah menjadi pesimis dan pasif.

Memberikan nasihat pada anak perlu dihindari. Memang, tujuan menasihati adalah memberi tahu baik dan buruk tentang sesuatu pada anak. Tetapi pesan yang diterima anak adalah orangtua sok tahu, bawel dan ceriwis. Terlebih dalam menyampaikan nasihat dengan kalimat panjang lebar, membuat anak semakin dongkol. Di depan kita anak akan manggut-manggut, tetapi dalam hati mereka --satu kata yang diucapkan orangtua-- menjawab sepuluh kata.

Berbohong adalah hal selanjutnya yang harus dihindari dan tidak boleh dilakukan. Jangan pernah sekali-kali berbohong dalam berkomunikasi dengan anak, karena hal itu akan menjadi kebiasaan anak juga untuk berbohong. Walaupun tujuan orangtua berbohong adalah mempermudah masalah. Orangtua tidak mau ambil pusing untuk menjelaskan sesuatu hal yang sebenarnya. Tetapi pesan yang diterima anak adalah ketidakpercaayaan. Kebiasaan berbohong terlebih pada anak kecil, membuat anak tidak memiliki sifat jujur. Selain itu, anak nantinya menjadi pembohong besar.

Kebiasaan menghibur anak juga harus dihindari. Karena, anak tidak mendapat kesempatan merasakan bagaimana rasa sedih, jengkel dan hal lain yang mengembangkan jiwa emosional anak. Memang tujuan orangtua atau guru menghibur adalah membuat anak tegar. Namun jika itu dilakukan terus-menerus, anak menjadi ketergantungan dan terlalu cengeng bahkan mentalnya menjadi lembek. Kesan yang ditangkap anak, ada tempat untuk bergantung.

Kebiasaan memberikan kritik kepada anak sebaiknya dihindari dalam menjaga kelancaran komunikasi antara orangtua dan anak. Orangtua memberikan kritik untuk memperbaiki suatu kekeliruan, tetapi kesan anak menganggap dirinya selalu salah. Apabila hal itu terjadi, maka sampai dewasa anak selalu dihantui rasa takut karena salah.

Sindiran terhadap anak untuk memotivasi anak agar berbuat lebih baik, juga merupakan hal buruk yang harus dihindari. Anak merasa sangat direndahkan dan sakit hati, apabila mereka salah kemudian orangtua memberikan sindiran terhadap dirinya.

Hal terakhir yang harus dihindari orangtua dan guru adalah menganalisis anak. Orangtua memberikan analisis dengan tujuan mencari penyebab mengapa anak melakukan suatu kesalahan. Tetapi anak menerimanya berbeda, mereka beranggapan orangtua mereka sok pintar.

Jadi, dalam hal ini orangtua yang sekaligus guru bagi anak usia dini hendaknya jangan hanya memberikan bentuk komunikasi yang sebenarnya membuat kerugian bagi anak baik di masa pertumbuhan maupun akan datang. Tetapi juga hendaknya memberikan cara dan bahasa yang baik dalam berkomunikasi dengan mereka. Karena anak usia dini merupakan aset berharga bagi bangsa, hendaknya benar- benar diperhatikan dan diutamakan terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan keselamatannya

taken from: http://www.indomedia.com/bpost/072006/12/opini/opini1.htm diakses 13 July 2006 jam 11.01 an ...

berjalan dengan pimpinan...pilihan hidup...

Mazmur 119:162 berkat bagi saya pagi ini.
"Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan"

Belajar untuk berjalan dengan 'pimpinan' janji Firman Tuhan...