Saturday, July 28, 2007

JanjiNYA: memulihkan

[&]
Dia sanggup, Yesus sanggup,
memulihkan perkara yang besar.
menyembuhkan yang menderita.
Dia sanggup memulihkan hidupku...

[meski hati kecil kadang berkata: bagaimana caranya Nya ya?...]

[&}
JanjiNYA....
DIA pegang tanganku...
DIA pegang tanganku...
JanjiNYA DIA angkat tanganku...
JAnjiNYA DIA pulihkan hidupku memulihkanku...


refleksi:
airmata disana...airmata pengharapan...
doa disana...doa pengharapan...
iman disana...iman pengharapan...
disertai kasih saat sekarang...

hanya: aku hanya lakukan bagianku sesuai peran yang DIA berikan pada saya...

Wednesday, July 25, 2007

Kolose 1

Kolose 1
1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,
1:2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.
1:3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
1:5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,
1:6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
1:7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.
1:8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Saturday, July 21, 2007

KesediaanNYA

Minggu, 22 Juli 2007

Bacaan Setahun : Mazmur 31-32; Kisah 23:16-35
Nats : Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu (Mazmur 32:8)

NALURI
Bacaan : Mazmur 32


Terbang menembus badai adalah pengalaman yang berbahaya. Ada godaan untuk terbang sesuai dengan naluri saja, atau, seperti istilah yang dipakai para penerbang: "untung-untungan". Namun, seperti perkataan setiap pilot kepada Anda, resep itu dapat mendatangkan bencana. Apabila Anda bergantung pada perasaan dan naluri, Anda akan kehilangan arah, dan berpikir bahwa pesawat mengarah ke atas padahal sebenarnya mengarah ke bawah. Untunglah, panel peralatan disetel ke arah utara dan selalu dapat dipercaya. Dengan dibimbing berbagai peralatan itu, keamanan Anda dalam badai dapat terjamin, bahkan meskipun kita merasa sepertinya alat-alat itu salah.

Kita semua menghadapi badai-badai yang dapat mengacaukan dan membingungkan. Badai-badai ini mungkin berupa masalah-masalah kesehatan, sahabat yang mengkhianati Anda, atau impian yang hancur. Itulah saatnya Anda harus sungguh berhati-hati. Jika Anda dibutakan oleh kekecewaan hidup, jangan percayai naluri Anda. Terbang untung-untungan dalam berbagai badai kehidupan dapat membawa kita kepada keputusasaan, kebingungan, dan pembalasan dendam yang justru semakin memperburuk keadaan. Allah ingin membimbing Anda, dan firman-Nya penuh dengan hikmat serta pengertian tentang kehidupan. "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Pimpinan-Nya selalu benar!

Bukalah Alkitab Anda, dan percayailah Allah untuk membimbing Anda. Dia telah berjanji, "Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh" (Mazmur 32:8) --JMS

SEMAKIN DEKAT KITA BERJALAN DENGAN ALLAH
SEMAKIN JELAS KITA MELIHAT BIMBINGAN-NYA

taken from: www.sabda.org

setiaNYA kekal

aku hendak menyaksikan kasih setia Tuhan
dengan mulutku dengan hatiku
wuo wuo

aku hendak memperkenalkan kasih setia Tuhan
selamanya selamanya
wuo woh

s'bab kasih setiaMU dibangun 'tuk selamanya
kesetiaanMU tegak seperti langit
s'bab kasih setiaMU dibangun 'tuk selamanya
kesetiaanMU tegak seperti langit

Sunday, June 24, 2007

Allah-Bapa-kekal

kasih yang sempurna telah kut'rima dariMu
layakkan ku 'tuk memanggilMu Bapa
Kau b'ri yang kupinta
saat ku mencari kumendapatkan
Kau selalu ada bagiku
Kaulah Allahku Bapa yang kekal

tak 'kan Kau biarkan aku melangkah hanya sendirian...
Kau selalu ada bagiku Kaulah Allahku Bapa yang kekal...
Kaulah Allahku Bapa yang kekal...

Hanya-dekat-hatiMu

hanya dekat hatiMu Bapa...
jiwaku pun tenang...
Engkau menerimaku...
dengan sepenuhNya...

walau dunia melihat rupa...
namun Kau memandangku...
jauh melebihi semua...
yang terdekat sekalipun...

Tuhan inilah yang ku mau...
Kau mengenal hatiku...
supaya kehidupan memancar setiap waktu...

Saturday, June 09, 2007

Pengharapan soal Isteri & Anak

Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/137/





e-Konsel edisi 137 (4-6-2007)
Pola Mendidik Anak dalam Keluarga Kristen


Edisi (137) -- 01 Juni 2007

e-KONSEL
======================================================================
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
======================================================================

Daftar Isi:
= Pengantar : Menjadi Orang Tua adalah Anugerah
= Cakrawala (1): Menjadi Orang Tua Kristen
= Cakrawala (2): Alkitab dan Tugas Mengasuh Anak
= TELAGA : Pola Pendidikan Anak dalam Keluarga Kristen
= Tips : Menanamkan Nilai-nilai dalam Diri Anak Anda

========== PENGANTAR REDAKSI ==========

Salah satu anugerah yang Tuhan berikan kepada kita adalah menjadi
orang tua bagi anak-anak kita. Anugerah ini merupakan tugas besar
yang harus kita pertanggungjawabkan langsung kepada-Nya. Meskipun
menjadi orang tua merupakan hal yang umum bagi kita, namun Tuhan
tidak memberikan anugerah ini kepada semua orang. Hanya orang-orang
yang dipilih-Nya saja yang Dia beri kepercayaan untuk mengemban
tugas ini.

Tugas membesarkan dan mendidik anak tersebut tidak boleh dikerjakan
dengan sembarangan. Orang tua memerlukan pedoman yang tepat untuk
mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Sebagai orang percaya, firman
Tuhanlah pedomannya. Firman Tuhan banyak mengajarkan bagaimana kita
menjadi orang tua yang bertanggung jawab dengan mendidik anak-anak
sehingga mereka bisa menjadi anak yang berkenan di hadapan Tuhan.

Melalui sajian dalam edisi awal Juni ini, e-Konsel mengajak pembaca
untuk belajar bagaimana mendidik anak secara kristiani. Kiranya
menjadi berkat bagi pembaca sekalian. Selamat menyimak, Tuhan
memberkati.

Pimpinan Redaksi e-Konsel,
Christiana Ratri Yuliani

========== CAKRAWALA (1) ==========

MENJADI ORANG TUA KRISTEN

Orang tua Kristen - Memilih
---------------------------
Orang tua Kristen mempunyai tugas yang sulit dalam membesarkan
anak-anak mereka dalam dunia "kebenaran". Zaman dahulu, anak-anak
tumbuh dalam masyarakat yang dengan jelas menentukan apa yang benar
dan apa yang salah. Orang tua dipandang sebagai figur yang berkuasa
atas hidup anak-anak mereka. Sekarang, oleh karena perubahan zaman,
anak-anak kita melakukan konsep tindakan tidak bermoral,
anti-keluarga, dan anti-orang tua, baik di sekolah dan di
media -- sesuatu yang tidak pernah terjadi pada zaman dahulu.

Orang tua menunjukkan perhatian yang semakin meningkat kepada
anak-anak mereka karena anak-anak itu terdorong untuk menghindari
peraturan-peraturan yang ketat dan kebenaran yang alkitabiah. Pada
saat penerapan hukum Allah disebutkan, berbagai organisasi sibuk
memperingatkan orang tua agar tidak memaksakan nilai-nilai mereka
sendiri terhadap anak-anak. Tetapi, para orang tua Kristen memahami
kebohongan dalam kejahatan yang mengubah kebenaran Allah. Alkitab
mengatakan, "... kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam
kejahatan, tidak taat kepada orang tua," (Roma 1:30). Pemberontakan
dan ketidaktaatan yang saat ini terjadi, merupakan akibat dari
hancurnya kekuasaan orang tua. Sekarang ini, orang tua harus memilih
siapa dan apa yang akan membentuk kehidupan anak-anak mereka. Tanpa
diragukan lagi, Allah masih menganggap orang tua bertanggung jawab
kepada anak-anak mereka, yaitu untuk mengajar dan mendisiplinkan
mereka.

Orang tua Kristen - Mengajar
----------------------------
Pada masa Perjanjian Lama Musa mengingatkan bangsa Israel akan
tanggung jawab mereka kepada anak-anak dan cucu mereka. "Tetapi
waspadalah dan berhati-hatilah supaya jangan engkau melupakan
hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu dan supaya jangan
semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah
kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu." (Ulangan
4:9). Kita semua harus percaya bahwa anak-anak kita akan mengambil
pilihan yang tepat berdasarkan pelajaran yang diajarkan. Jika anak
kita menemukan uang di halaman, apa yang akan dilakukannya? "Tongkat
ukur" jenis apa yang akan digunakan anak sebagai tolok ukur dalam
melakukan kejujuran? Mungkin anak itu akan bertanya bagaimana
ayahnya mengembalikan kelebihan uang kembalian yang diberikan oleh
kasir.

Pada saat mengajar anak-anak kita, kita tidak hanya memberikan
daftar peraturan yang harus ditaati saja. Kita juga harus
menggunakan "action speak" (tindakan nyata) dengan melatih mereka
sesuai dengan standar Allah. Dengan hidup yang benar orang tua
memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka tentang bagaimana
peraturan yang Allah berikan telah membangun seluruh hidup kita.
Dengan demikian, pada saat anak-anak kita dewasa, mereka akan
membangun kebiasaan untuk melakukan hal-hal yang benar, melayani
Allah melalui keputusan yang mereka ambil sendiri.

Setiap orang tua mempunyai tujuan untuk melihat anak-anak menerima
tanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil sendiri. Bila
anak-anak kita belajar dari kesalahan mereka dan menerima koreksi
yang benar, itu berarti kita telah mendidik mereka dengan benar.
Seorang ayah mencoba mengambil jalan pintas dalam menjelaskan
tanggung jawab dengan mengatakan, "Bukan apa yang kamu lakukan,
tetapi apakah kamu terjebak atau tidak. Dan bila kamu terjebak ...
kamu harus mau membayar konsekuensinya!" Jelas tidak ada jalan
pintas untuk mengajar anak-anak. Ajaran orang tua merupakan suatu
perjalanan yang sulit, yang dimulai sejak lahir dan terus
berlangsung selama bertahun-tahun. Mungkin sering kali anak-anak
kita mengambil keputusan yang salah atau bahkan memilih untuk
menolak ajaran kita. Inilah masa-masa di mana disiplin benar-benar
diperlukan.

Orang tua Kristen - Mendisiplin
-------------------------------
Setiap beberapa tahun, teori-teori tentang displin yang "benar"
selalu berubah, namun Alkitab tidak pernah berubah. Jika anak-anak
tidak patuh, mereka harus menerima koreksi (pembenaran). Alkitab
mengajarkan bahwa hal ini harus dilakukan dengan tongkat dan
teguran. "Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang
dibiarkan mempermalukan ibunya" (Amsal 29:15). Sering kali orang
tua bosan dalam mendisiplin anak-anak yang masih kecil. Terkadang
hari-hari tertentu menjadi hari yang penuh dengan omelan dan
kemarahan. Para orang tua pun bertanya-tanya apakah mereka sudah
menghancurkan setiap kesempatan untuk membangun hubungan yang penuh
kasih dengan anak-anak mereka. Bahkan mereka mungkin tergoda untuk
menyerah. "Hanya Tuhan yang tahu apa yang harus dilakukan terhadap
anak ini," gerutu mereka. YA, HANYA TUHAN!!

Allah memilih setiap orang tua dengan sangat teliti. "Sebab Aku
telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan
kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang
ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, ...."
(Kejadian 18:19). Allah memercayakan anak-anak kepada Anda supaya
Anda merawat mereka dengan sungguh-sungguh. Dia ingin Anda tahu itu,
koreksi yang tegas akan melatih anak-anak Anda supaya mematuhi Dia.
"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah
yang indah di dalam Tuhan" (Kolose 3:20). Koreksi yang konsisten
dan penuh kasih akan membantu anak-anak Anda untuk belajar kebenaran
yang alkitabiah, seperti disiplin diri. Allah tahu Abraham akan
membesarkan anak-anaknya dengan takut akan Tuhan, maka dari itu
Tuhan memberkati dia. Dengan menerapkan standar Allah kita juga
dapat menerima berkat Allah sebagai orang tua. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:
Situs : All About Parenting
Judul asli: Christian Parenting -- Making A Difference
Penulis : --
URL : http://www.allaboutparenting.org/christian-parenting.htm

========== CAKRAWALA (2) ==========

ALKITAB DAN TUGAS MENGASUH ANAK

Segera setelah selesai menciptakan bumi dan segala isinya, Allah
memberi perintah kepada Adam dan Hawa untuk "beranak cucu dan
bertambah banyak". Tidak seperti perintah lainnya, perintah ini
dipatuhi dan dunia segera dipenuhi dengan manusia. Pada zaman
Perjanjian Lama, keluarga besar dianggap sebagai sumber berkat
istimewa dari Allah dan keluarga yang tidak memiliki anak dianggap
sebagai aib (Maz. 127:3-5; Yer. 22:30; Kej. 30:22-23; Rahel, Sarah,
Hana, Mikal, dan Elizabet adalah beberapa wanita di dalam Alkitab
yang sulit memiliki anak). Di era di mana populasi penduduk sudah
sedemikian padat, banyak orang yang memilih untuk membatasi jumlah
anggota keluarganya, tetapi anak-anak masih tetap dianggap sangat
penting. Yesus menunjukkan perhatian khusus kepada anak-anak dan
Yesus juga memuji kesederhanaan dan kepercayaan anak-anak (Luk.
18:15-17).

Ajaran Alkitab tentang anak dan bimbingan untuk para orang tua
dibagi dalam dua kategori: pendapat tentang anak serta pendapat
tentang orang tua dan menjadi orang tua.

1. Anak-anak
Di dalam Alkitab, anak-anak dipandang sebagai karunia dari Allah
yang bisa membawa kebahagiaan dan kesedihan. Anak-anak harus
dikasihi, dihargai, dan dihormati seperti orang dewasa; mereka
penting dalam kerajaan Allah dan mereka tidak untuk dimusnahkan
(Maz. 127:3, Mat. 18:10, Maz. 103:13, Tit. 2:4, Mat. 18:1-6).
Anak-anak juga diberi tanggung jawab: menghargai dan menghormati
orang tua, peduli terhadap mereka, mendengarkan mereka, dan patuh
kepada mereka (Kel. 20:12; Mar. 7:10-13; Ams. 1:8, 4:1, 13:1,
23:22; Ef. 6:1). Efesus 6:1-3 mengatakan, "Hai anak-anak,
taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang
penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu
berbahagia dan panjang umurmu di bumi."

Dalam tulisannya yang lain, Paulus juga memberi kritikan tajam
kepada anak-anak yang tidak patuh (Rom. 1:30, 2Tim. 3:1-5), namun
tulisan ini tampaknya tidak berarti anak-anak harus selamanya
patuh. Jika orang tua meminta anak untuk melakukan hal-hal yang
tidak alkitabiah, yang harus diingat adalah hukum Allah selalu
memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada perintah manusia
(Kis. 5:29). Selanjutnya, meskipun anak-anak yang sudah dewasa
meninggalkan orang tua mereka dan bersatu dengan pasangannya
untuk membangun keluarga baru tetapi keluarga ini tidak pernah
terbebas dari tanggung jawab untuk menghormati orang tua mereka.

2. Orang tua.
Ayah dan ibu memiliki tanggung jawab untuk memberi teladan
perilaku orang Kristen dewasa, mengasihi anak-anak mereka, peduli
terhadap kebutuhan mereka, mengajar anak-anak dan mendisiplin
mereka dengan sungguh-sungguh (Tit. 2:4, Ul. 6:1-9, Ams. 22:6,
2Kor. 12:14, Kol. 3:21). Efesus 6:4 mengatakan, "janganlah
bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah
mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

Dalam bukunya, "The Measure of a Family" (Ventura, Calif.: Regal,
1976, 83-94), Gene A. Getz menyebutkan, kita membangkitkan amarah
anak bila kita melakukan pelecehan secara fisik atau pun
psikologis (dengan berlaku kasar dan gagal memperlakukan mereka
dengan hormat), mengabaikan mereka, tidak memahami mereka,
terlalu berharap kepada mereka, tidak mengasihi mereka bila
mereka tidak melakukan suatu kebaikan, memaksa mereka menerima
tujuan-tujuan dan cita-cita kita, dan menolak untuk mengakui
kesalahan kita. Sebaliknya, kita seharusnya "membesarkan mereka"
dengan menjadi contoh bagi anak-anak kita dan memberi pengarahan
serta dorongan. Semua ini lebih mudah untuk didiskusikan daripada
dicapai. Anak-anak, seperti juga orang tua, memiliki perbedaan
kepribadian, sedangkan pengarahan yang alkitabiah dalam hal
mengasuh anak tidaklah sedetil yang diinginkan oleh banyak orang.

Namun pada zaman Perjanjian Lama, ada bagian yang menyatukan
semua prinsip dan merangkum ajaran Alkitab dalam hal mengasuh
anak. Meskipun bagian ini ditulis untuk bangsa Israel sebelum
mereka memasuki tanah perjanjian, paragraf berikut ini sangat
praktis digunakan dalam membesarkan anak dan bimbingan bagi para
orang tua di zaman modern ini.

"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku
ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan
di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya
seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN,
Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya
yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka
dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia,
supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak,
seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu
di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu
esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang
kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau
perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang
kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di
rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila
engkau berbaring dan apabila engkau bangun." (Ul. 6:1-7)

Menjadi orang tua kristen meliputi hal-hal berikut ini.
1. Mendengarkan
Orang tua yang baik mau mendengarkan perintah Allah dan mengerti
perintah itu dengan sungguh-sungguh sehingga "tertanam dalam
hati" dan menjadi bagian dari diri. Pembelajaran ini diperoleh
melalui keteraturan dalam mempelajari firman Tuhan, yaitu
Alkitab, dengan pertolongan Roh Kudus sehingga firman Tuhan itu
menjadi jelas bagi kita.

2. Mematuhi
Pengetahuan saja tidaklah cukup. Selain mendengarkan, orang tua
harus terus mematuhi ketetapan dan perintah Allah. Bila orang tua
tidak menunjukkan keinginan untuk mematuhi Allah, pada gilirannya
anak-anak mereka juga tidak akan memiliki keinginan untuk
mematuhi orang tua mereka.

3. Mengasihi
Kita mengasihi Allah dan menyerahkan diri kita seutuhnya
kepada-Nya dengan sepenuh hati, jiwa, dan kekuatan kita.
Perhatikan bahwa penekanannya di sini adalah untuk orang tua. Di
samping kepentingan mereka, anak-anak tidak ditonjolkan dalam
Alkitab. Meskipun kita bisa membaca bahwa Yesus tumbuh secara
psikologis (dalam hikmat bijaksana), fisik (bentuk tubuh), rohani
(dalam hubungan-Nya dengan Allah), dan sosial (dalam hubungan-Nya
dengan orang lain), kita hanya mengetahui sedikit tentang masa
kecil-Nya. Masa kecil memang penting, tetapi keberadaan anak-anak
bersama orang tuanya hanyalah sementara. Selanjutnya mereka akan
meninggalkan orang tua mereka seperti yang Allah perintahkan.
Orang tua terlebih dahulu ada sebagai individu yang mengasihi dan
melayani Allah. Jika kita diberi anak, mengasuh mereka merupakan
bagian dari tujuan hidup kita, tetapi membesarkan anak bukanlah
satu-satunya tujuan hidup kita.

4. Mengajar
Ada empat cara dalam mengajar.
a. Dengan rajin
Meskipun mengasuh anak bukanlah satu-satunya tugas orang tua
dalam hidup ini, tetapi ini menjadi tanggung jawab yang
penting yang tidak dapat diremehkan.

b. Dengan berulang-ulang
Alkitab menunjukkan bahwa mengajar bukanlah usaha yang hanya
sekali dilakukan. Mengajar harus dilakukan orang tua dengan
berulang-ulang siang dan malam.

c. Secara alami
Pada saat kita duduk, berjalan, berbaring, dan bangun kita
harus mencari kesempatan untuk mengajar. Ibadah keluarga
sangat mendukung dalam hal ini, tetapi orang tua harus
mengajar setiap kali ada kesempatan.

d. Secara pribadi
Tindakan seseorang memiliki dampak yang lebih besar dari
perkataannya. Hal ini mengembalikan kita kepada pasal pertama
kitab Ulangan. Pada saat orang tua mendengar, mematuhi, dan
mengasihi, mereka memberi teladan kepada anak-anak mereka yang
menguatkan apa yang dikatakan di rumah.

Perhatikan kata "di rumah". Teman-teman sebaya dan guru adalah
orang-orang yang penting, tetapi hal-hal terpenting dalam proses
pengajaran dan mengasuh anak terjadi di rumah. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:
Judul buku : Christian Counseling: a Comprehensive Guide
Judul asli artikel: Bible and Child Rearing
Penulis : Gary R. Collins, Ph.D
Penerbit : Word Publishing, Dallas 1988
Halaman : 150 -- 152

========== TELAGA ==========

POLA PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA KRISTEN

Ulangan 11:19, "Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan
membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau
sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau
bangun."

Pengajaran firman Tuhan kepada anak perlu dilakukan secara
berulang-ulang dan dengan tidak bosan-bosannya karena ini akan
memudahkan anak untuk mengerti apa yang kita ajarkan.

Dalam mendidik anak, seharusnya orang tua tidak hanya banyak bicara,
tetapi lebih banyak memberikan teladan kepada anak. Jadi, seandainya
orang tua hendak mengajarkan firman Tuhan mereka harus terlebih
dahulu menunjukkannya, memberikan contoh kepada anak. Hal ini
tentunya akan lebih memudahkan orang tua dalam mengajarkan segala
sesuatu kepada anak.

Pada dasarnya, sejak kecil anak sudah bisa mengerti atau tanggap
terhadap teladan yang diberikan orang tua, misalnya ketika diajarkan
berdoa. Namun, ketika anak sudah mulai lebih besar, saya mengajarkan
kesaksian hidup, hidup yang dipimpin Tuhan, hidup di dalam Tuhan,
dan juga mengajarkan bagaimana melakukan Firman Tuhan di dalam
kehidupan yang sebenarnya.

Pengajaran akan firman Tuhan secara berulang-ulang juga bisa
dilakukan dalam ibadah keluarga, yaitu dengan bersama-sama membaca
firman Tuhan. Selain di dalam rumah, firman Tuhan juga dapat
diajarkan di luar rumah, misalnya pada saat di perjalanan, sambil
melihat ciptaan Tuhan, orang tua mengajarkan atau menceritakan
firman Tuhan, menghubungkan firman Tuhan dengan kehidupan nyata.

Pendidikan anak pun tidak hanya dilakukan oleh salah satu pihak, ibu
saja atau ayah saja, tetapi kedua belah pihak: ayah dan ibu.
Meskipun firman Tuhan mengatakan bahwa ayahlah yang mendidik anak,
karena memang ayah yang menjadi kepala keluarga dan yang harus
bertanggung jawab, namun pelaksanaannya tetap dilakukan oleh
keduanya.

Pola pendidikan bagi anak usia balita yang dapat kita lakukan
sebagai orang tua adalah menanamkan nilai iman Kristen melalui
kasih. Tentunya, orang tualah yang harus memberikan teladan
bagaimana menyatakan kasih, mereka tidak akan mengerti kasih tanpa
ada teladan dari orang tua yang menyatakan kasih.

Untuk anak usia remaja memang lebih sulit, namun kita masih dapat
melakukannya dengan lebih banyak mengadakan pendekatan pribadi,
dengan bicara mengenai masalah khusus atau masalah yang dihadapi di
luar. Tentu dengan mengemukakan contoh-contoh yang baik dan yang
tidak baik, yang perlu diketahui oleh anak remaja.

Ada tiga prinsip yang perlu kita perhatikan saat melakukan ibadah
keluarga.
1. Kreativitas: ibadah yang kreatif lebih bisa diterima oleh
anak-anak.
2. Menyenangkan: ibadah keluarga bukan sebagai tempat untuk
tegur-menegur atau penyampaian nasihat-nasihat, anak cenderung
tidak begitu menikmati hal yang demikian.
3. Singkat.

Sajian di atas, kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. T026A
yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan.
-- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat
e-mail, silakan kirim surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org>
atau: < TELAGA(at)sabda.org >
atau kunjungi situs TELAGA di:
==> http://www.telaga.org/ringkasan.php?pola_pendidikan_anak.htm

========== TIPS ==========

MENANAMKAN NILAI-NILAI DALAM DIRI ANAK ANDA

Menanamkan nilai-nilai merupakan proses yang lama dan sulit. Anda
mungkin pernah mendengar ungkapan yang mengatakan, "nilai-nilai
lebih mudah ditangkap daripada diajarkan". Ungkapan ini menekankan
pentingnya peranan orang tua dalam membangun suatu gaya hidup yang
positif, yang akhirnya akan diikuti oleh anak. Mungkin, pertimbangan
yang terpenting dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak adalah
teladan yang diberikan oleh orang tua.

Memberikan teladan yang baik
----------------------------
1. Supaya anak-anak menjadi dapat dipercaya, Anda perlu percaya
kepada diri Anda sendiri.
2. Supaya anak-anak menjadi rendah hati, Anda perlu menunjukkan
kerendahan hati dengan mengakui kesalahan Anda, meminta maaf, dan
meminta bantuan.
3. Supaya anak-anak mendengarkan Anda, luangkan waktu untuk
mendengarkan pandangan dan perhatian mereka dan bukan melulu
menceritakan pandangan Anda sendiri. (Dalam hal ini, yang
diperlukan adalah kemauan untuk mendengarkan saja, tidak harus
menyetujuinya).

Tanyakan pada diri Anda sendiri nilai-nilai apa saja yang ingin
Anda lihat dalam diri anak-anak Anda. Kemudian, tanyakan pada diri
Anda sendiri bagaimana Anda bisa menjadi contoh dari nilai-nilai
itu?

Mengajarkan nilai-nilai
-----------------------
Nilai-nilai juga dapat diajarkan. Berikut beberapa metode untuk
melakukannya.
1. Beri penghargaan kepada anak pada saat mereka melakukan suatu
tindakan moral yang baik. Penghargaan ini biasanya berupa pujian
atau pengakuan secara verbal tentang perilaku positif yang telah
dilakukan anak Anda.

2. Berikan julukan terselubung yang positif kepada anak Anda dengan
tujuan memberikan rasa nyaman dan bangga dalam diri anak sehingga
anak terdorong untuk melakukan tindakan positif. Contoh dalam
memberi julukan ini adalah "perlu orang yang dermawan sepertimu
yang mau membagikan kuemu. Kamu sungguh anak yang baik."

3. Membangun sikap peduli. Adakan kegiatan atau diskusi tentang
teman-teman dan saudara-saudara, diskusikan hal-hal yang mereka
sukai dan yang tidak mereka sukai. Kegiatan ini membantu anak
Anda dalam mengenal orang lain dan menyadari bahwa orang lain
menyukai dan tidak menyukai hal yang berbeda-beda. Anda bisa
meminta anak Anda untuk membantu atau menghibur orang lain, serta
menghindari rasa tidak nyaman.

4. Menawarkan dan menerima bantuan. Anak-anak perlu diberi
kesempatan untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini
bisa membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri mereka.

5. Belajar dari orang lain. Ini merupakan metode yang paling sering
digunakan oleh para orang tua yang menekankan hal baik dan buruk
dalam diri orang lain, dan menjelaskan apa yang benar dan yang
salah. Kadang-kadang, contoh dari koran atau televisi bisa
digunakan. Namun berhati-hatilah, jangan mengatakan orang lain
itu baik dan anak Anda tidak baik. Hal ini akan menciutkan hati
anak Anda.

6. Bermain peran. Ini juga merupakan metode yang sering digunakan.
Anda bisa meminta anak Anda untuk membayangkan situasi tertentu,
bagaimana dia meresponsnya, bagaimana dia membuat keputusan,
bagaimana perasaannya, dan apa konsekuensi dari tindakannya.

7. Memuji dan memarahi. Dalam metode ini, katakanlah apa yang
seharusnya dilakukan oleh anak Anda, jelaskan konsekuensinya, dan
nyatakan prinsip moral yang harus diikuti.
Contoh: tanpa seizin dari kakaknya, anak Anda mengambil buku yang
dipinjam kakaknya dari perpustakaan. Anda bisa
mengatakan, "Kamu tidak seharusnya mengambil buku kakakmu
tanpa meminta izin darinya. Kakakmu sangat sedih saat dia
tidak menemukan buku itu. Jika buku itu hilang, dia harus
membayar ganti buku itu. Bila Ibu mengambil barangmu
tanpa seizinmu, kamu juga akan sedih. Kamu harus selalu
memikirkan perasaan orang lain saat kamu melakukan
sesuatu yang bisa memberi akibat kepada mereka."

8. Meminta, bukan mengatakan. Ini merupakan suatu metode alternatif
untuk menyampaikan apa yang benar atau salah kepada anak Anda.
Keuntungan dari metode ini adalah supaya anak Anda memberikan
alasannya sendiri.
Contoh: Anak Anda sedang bermain dengan temannya, dan akhirnya
mereka berselisih paham. Anak Anda marah dan membuang
mainan temannya ke arah tembok, sehingga mainan itu
rusak. Anda bisa menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini
kepada anak Anda.
"Bagaimana perasaan temanmu kalau kamu membuang
mainannya?"
"Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang marah kepadamu,
merusak barang-barangmu?"
"Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menjadi temanmu?"
(pertanyaan untuk bermain peran).
"Peraturan-peraturan apa saja yang harus diingat jika
kamu marah kepada orang lain?"

9. Menjelaskan alasan. Anda bisa menjelaskan mengapa Anda memilih
melakukan tindakan tertentu ketika Anda menyampaikan
tindakan-tindakan yang bermoral. Berikut contoh yang bisa Anda
gunakan.

"Dengan senang hati, saya mempersilakan ibu itu antri terlebih
dulu. Ada banyak hal yang harus dia kerjakan sehingga sulit
baginya untuk antri lama. Saya senang menolong ibu itu
menyelesaikan belanjaannya."

Menanamkan nilai-nilai khusus
-----------------------------
Berikut beberapa ide tentang bagaimana Anda bisa menjadi contoh
dalam menunjukkan nilai-nilai khusus kepada anak-anak Anda.

1. Kasih
Menunjukkan kasih kepada anak-anak Anda, tidak cukup hanya dengan
membelikan barang-barang untuknya atau hanya dengan menghabiskan
waktu bersama mereka dan mengajari mereka saja. Mungkin hal
terpenting adalah kemampuan memenuhi kebutuhan mereka. Terkadang
Anda tidak menyadari apa kebutuhan mereka. Berikut beberapa
kebutuhan mereka.
- Menjadi mandiri, melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri.
- Didengarkan, dimana pandangan dan perasaan mereka
diperhatikan.
- Memiliki hak pribadi dan tempat pribadi.
- Boleh memilih dan bersama-sama dengan teman-teman mereka.

2. Hormat
Hormat dapat ditunjukkan melalui cara Anda berbicara dengan anak
Anda. Apakah Anda meremehkan mereka atau Anda mendengarkan
pandangan mereka? Apakah Anda mengkritik atau memahami perasaan
mereka? Pada saat Anda bersama mereka, cobalah untuk mendengarkan
dan memahami mereka meskipun Anda tidak harus setuju, tunjukkan
kepada mereka bahwa mereka adalah penting.

3. Peduli, perhatian, dan mau berbagi
Waktu untuk keluarga dapat digunakan oleh siapa saja untuk
membagikan sesuatu. Bisa berbagi perasaan senang,
peristiwa-peristiwa yang terjadi, kejadian yang tidak
menyenangkan, humor/lelucon, atau apa saja yang berguna.
Anak-anak yang lebih dewasa bisa diminta untuk melakukan sesuatu
yang menunjukkan perhatian atau kepedulian mereka kepada orang
lain.

4. Mengatakan yang sesungguhnya (jujur)
Amatlah penting bagi Anda untuk menepati janji dan mengatakan
yang benar kepada diri Anda sendiri. Pada saat anak-anak
berbohong, penting pula memahami mengapa dia perlu menghindari
untuk mengatakan yang sebenarnya. Kemudian, cobalah untuk
mengajarkan kepada anak Anda bagaimana memenuhi kebutuhan mereka
tanpa harus berbohong. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:
Judul buku : Essential Parenting Tips
Judul asli artikel: Imparting Values to Your Child
Penulis : tidak dicantumkan
Penerbit : tidak dicantumkan
Halaman : 21 -- 24

============================== e-KONSEL ==============================
PIMPINAN REDAKSI: Christiana Ratri Yuliani
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2007 oleh YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda punya masalah/perlu konseling? masalah-konsel(at)sabda.org
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat: owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berhenti : unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP : http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
Situs C3I : http://c3i.sabda.org/
======================================================================




© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org

dari terbitnya matahari

[1]. Yesus kekasih hatiku
sungguh kupercaya padaMu
karena kasihMu padaku
Engkau tebus dosaku

[2]. dari terbitnya matahari
dan sampai terbenamnya
kunaikkan lagu pujian
tinggikan namaMu

[3]. Reff.
dengan gendang kupuji kupuji
dengan kecapi ha aa aa aa
kubernyayi haleluya
Yesus kekasihku

Friday, June 08, 2007

suatu doa

Ayo. Berdoalah untuk kesejahteraan kota or tempat dimana aku dan setiap orang ditaruh Nya...

Saturday, May 12, 2007

tugas kita

Tuhan kami datang
dalam hadiratMu

Mohon kasih karunia turun
atas kami hambamu
tuk melakukan tugas kami

reff.:
kenal isi hatiMU
dan belas kasihanMU
membakar hati kami mengambil tanggungjawab
penuhi Amanat AgungMU

Wednesday, May 09, 2007

Yesaya 42 : 6, 7

...
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
...

love and pray,
godoproduction

Friday, April 27, 2007

saksi atau utusan injil

...

PL: orang2 single fighter

PB: orang2 (affirmasi team) fighter

OK...

..., 2006M, 2007M, ...

Dengan kasihNYA dan pertolonganNYA: saya merasa suatu keyakinan pribadi diutus menjadi saksi kebaikanNYA ke Thailand via menjadi researcher selama kurang lebih dua tahun...dan sekarang sudah berlangsung selama satu semester.

mohon dukungan doa. he he he he...
salam, godoproduction administrator

anniversary 5th

Anniversary 5th

#Flash Back Ayat Pegangan Pilihan dan berlanjut Married: Ruth 1-4 (Ruth 1:16,17), Yesaya 54:2-3.

#Kami HARUS seperti Ruth 1:16,17
Syarat2 punya Isteri: 'IKUT' saya kemana saya (dipimpinNYA) Pergi!.
Bangsa ku lah Bangsa nya, demikian juga tempat tinggal dan yang paling utama adalah ALLAH Lasman lah ALLAH nya Evi.

#Gpp Isteri ambil s2 or s3 tetapi 'HATI'nya HARUS ada& quality untuk ANAK & SUAMI. S2 s3 itu dipakai sebagai strategy Keluarga untuk menjadi berkat juga bekal dimasa depan (oikos). ...

#Adalah suatu keharusan untuk kami:
1. memenuhi semua kebutuhan Anak, Nico hidup dalam Injil & berguna bagi generasi Nico now and kedepan...
2. memuridkan Anak (... menginjili, mengenali dan mengarahkan ke nilai2 Alkitabiah: jiwa dan hidup Papi Maminya, sesuai dengan Nama Nico: Mercidominick Fidelius Conrad Menachem Purba ... )

#Happy New Year, Be Happy!. GB

Thursday, April 26, 2007

keyakinan

...
"Ketika Yesus mengutus kesebelas murid untuk pergi, Ia membiarkan situasi-situasi yang ada begitu buruknya sehingga tidak ada yang lebih buruk daripada itu.
Tidak ada alat pencetak, tidak ada mobil, tidak ada radio, tidak ada televisi, tidak ada telepon, tidak ada bangunan, tidak ada juga sebuah gereja, tidak ada seragam, tidak ada tempat untuk belajar...bahkan Ia tidak memasang di dada mereka sebuah lencana kecil, tanda diutus."
Dawson Trotman dalam "Kebutuhan yang Paling Mendesak, p.11"

Ia hanya meninggalkan sebuah pekerjaan untuk dilaksanakan, tetapi bersama-sama dengan itu Ia berkata, "Matius 28:18-20" Kepada-Ku telah diberikan... . Karena itu pergilah... ."
...

Suatu keyakinan

Yesaya 55:4a Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa,

Aku telah ditetapkanNYA menjadi saksi bagi bangsa2 Thailand selama kurang lebih 2 Tahun.

55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel,

Mahasiswa2 disini hampir demikian semua, diminta untuk menunjukkan arah tetapi mereka membawa setiap orang yang bertanya dengan sepeda motornya ke tujuan yang ditanyakan...

...to be continued...

Wednesday, March 28, 2007

casestudy: melayani di dunia kita...

Rabu, 28 Maret 2007
Lukas 22:24-30
Judul: Melayani bukan dilayani Para murid melihat kemesiasan Yesus berdasarkan sudut pandang materialisme. Mereka mengira Yesus akan menjadi Raja. Tak heran bila mereka berambisi untuk diikutsertakan dalam pemerintahan-Nya kelak. Itu menyebabkan mereka sering memperdebatkan siapakah yang terbesar dari antara mereka. Bahkan dalam perjamuan Paskah, saat Yesus mempersiapkan mereka untuk menerima fakta kematian-Nya, mereka malah bertengkar soal kedudukan (24).
Menanggapi pertengkaran mereka, Yesus membandingkan kepemimpinan dunia dengan kepemimpinan rohani. Pemimpin dunia mengandalkan kuasa yang ada padanya untuk memerintah orang lain (25). Bahkan mereka cenderung mendominasi dan menjadi diktator. Tetapi murid Kristus harus berbeda! Murid Kristus tidak boleh mengeksploitasi kedudukan. Murid Kristus harus menjalankan tugas bukan sebagai orang yang harus dilayani namun sebagai orang yang melayani (26). Kepemimpinan bukanlah kesempatan untuk menerima hak istimewa tetapi sebuah tanggung jawab pelayanan yang harus dilakukan dengan penuh kerendahan hati di hadapan Allah. Yesus sendiri telah memberi teladan hidup-Nya. Ia ada di tengah-tengah mereka sebagai pelayan (27) sampai Ia menyerahkan hidupnya untuk melayani kebutuhan hakiki manusia, yaitu keselamatan kekal. Lewat perkataan itu, Yesus seolah ingin mengatakan bahwa kebesaran seorang bukan dilihat dari kedudukan atau kuasa yang dimilikinya, tetapi dari sikap hidup dan pelayanannya kepada orang lain.
Kini pun pertengkaran untuk menjadi yang terbesar masih sering terulang. Kedudukan dan jabatan menjadi fokus orang-orang yang menyebut diri pelayan Tuhan. Ketidakmengertian terhadap prinsip pelayanan Tuhan bisa terjadi karena motif yang salah dalam mengikut Dia. Salib Kristus bukan saja sumber keselamatan bagi kita tetapi juga pola hidup dan prinsip pelayanan yang membuat kita merendahkan diri dan menyangkal diri.

taken from: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/03/28/

Thursday, March 22, 2007

[sate]menantikan kedatangan Kristus

Jumat, 23 Maret 2007
Lukas 21:25-33
Judul: Menantikan kedatangan Kristus Ucapan nubuat Tuhan Yesus meliputi kondisi Yerusalem tahun 70-an ke kondisi saat kedatangan-Nya kedua kali. Akan terjadi tanda-tanda pada alam yang bisa menggentarkan semua orang (25-26). Di tengah situasi yang seperti itulah, Kristus akan datang (27). Bila sebelumnya Ia dipandang rendah dan ditolak orang, pada waktu itu Ia akan datang dalam kemuliaan yang besar. Bagi mereka yang telah menolak Kristus, hari kedatangan-Nya akan menjadi hari penghakiman yang mengerikan. Tetapi orang yang percaya kepada Kristus tidak perlu kuatir karena hari itu akan menjadi hari penyelamatan yang membawa kesukaan (28). Maka orang percaya menyikapi tanda-tanda dahsyat yang terjadi pada alam justru dengan meningkatkan kesiagaan dan kesetiaan iman mengharapkan kedatangan Kristus. Sikap orang Kristen bukan panik, bukan juga acuh dan terbawa arus duniawi, tetapi bangkit dan mengangkat wajah menatap penuh harap akan kedatangan-Nya yang merampungkan karya keselamatan-Nya. Meskipun kita tidak tahu persis hari dan jamnya, kita meyakini bahwa waktu-Nya pasti akan terjadi (29-31).
Melihat bencana mengerikan yang akan menimpa Israel, tampaknya tidak ada lagi harapan bagi mereka. Tetapi bukan di situ akhir rencana Tuhan bagi umat-Nya. Sebab tujuan akhir sejarah umat manusia bukanlah kekacauan dan tragedi, meskipun dosa sempat merusak segalanya. Rancangan Allah adalah damai sejahtera manusia yang terjadi karena hidup dalam persekutuan dengan Dia.
Kita yang hidup pada masa kini juga sedang berada dalam masa penantian kedatangan Kristus yang kedua kali. Bila Anda telah percaya kepada Kristus, bersyukurlah dan hiduplah terus dalam pengharapan dan kesetiaan kepada Dia. Wartakan juga berita kesukaan dan pengharapan ini kepada orang yang belum mengenal Dia karena hanya orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, yang dapat diselamatkan dari murka Allah oleh karena hutang dosanya telah dibayar oleh Kristus.

taken from: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2007/03/23/

[SongLirics]Yesuslah Tuhan

Yesuslah Tuhan...

Reff.:
Hosana >>
Jesua Amartia >> xxxxxx
Yesuslah Tuhan... >>

Dengan apakah kubalas Tuhan
semua perbuatanMu kepadaku
Hanya sembah sujud di'diratMu (kakiMu)
lembutkan (tundukkan) hatiku....

Thursday, March 15, 2007

Kunyayi Hosana

Lirics:

di kancah pergumulan di ribut dunia...
Engkaulah perlindungan...
Jiwa pun teduh...

Membaca dan Praiseworship inspirasi hidup dari Alkitab:
Mazmur 139:23-24
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Lirics:

Inilah (Selidikilah) aku Tuhan
Kenallah (Ujilah) aku Tuhan
Selidiki hatiku dan bathinku
Mataku tertuju padaMu

Aku rindu kepadaMu Tuhan
Aku rindu hadiratMu Tuhan
Aku ingin selalu dekat denganMu
Mataku tertuju padaMu

Reff.:
Kunyanyi Hosana
Bagi Rajaku (Allahku) yang duduk ditahta
Aku muliakan dan kuagungkan
Kau layak disembah.

[songliric] Ajaib TUHAN

Ajaib Kau Tuhan
Penuh kuasa...
sanggup pulihkan keadaanku...

dalam tanganMU s'luruh hidupku...
sanggup pulihkan
iyha Allah ku...

refleksi doa pribadi:
Engkaulah Allah. Sumber yang sanggup dan mampu dan bertindak memulihkan hidupku, hidup kami, hidup setiap orang...hidup yg diserahkan kepada Allah...karena saya ada adalah oleh, untuk dan dari Allah...

Ambillah masa depan saya bagiMu...karena saya ini milikMu penuh...
Karena saya berasal dan bersumber dari Mu maka sesungguhnya tidak ada yang dapat saya pertahankan untuk jadi milik saya sepenuhnya...
Kalaupun saya mencoba mempertahankannya, akanlah menjadi sia2 karena Engkau punya kuasa lebih dari itu...lebih dari semua kuasa yang kami semua umat manusia dan bahkan scientists atau researchers mampu telaah dan teliti dan buktikan...mungkin ada yg sudah terbukti dan mungkin belum...tetapi Engkaulah yg mampu menggerakkan itu semua bergerak cepat atau lambat atau sedang...
Karena itu iyha Allah, tolong saya hidup dalam 'keselarasan' dan 'keharmonisan' dengan Mu setiap hari dan juga dengan rencana masa depan kami dalam keselarasan dan keharmonisan dengan JalanMu, RencanaMu, Maksud2Mu, perasaanMu itu...
Dalam Engkau aku berdoa...Amin