Sunday, August 16, 2009

Na Mungkab Do Surga

ini adalah lagu Puji2an yang ketiga...berbahasa Simalungun.

Namungkab do surga
Ibahen aha do?
Ibahen na roh Jesus
Mangungkap bamu

Ibahen na roh Jesus
Mangungkap bamu

Fill my eyes with the vision...

berikut adalah Puji2an kedua kepada Tuhan yang sekitar minggu kemarin mau saya tuliskan diblog ini.
selamat memuji Tuhan...

Fill my eyes oh my God
with the vision of the cross
Fill my eyes the love of Jesus
the Nazarene

Fill my eyes oh my God
...aku lupa syair di sekitar ini...
a holy thin

Betapa Indah KasihMu Tuhanku

Betapa indahnya kasihMu Tuhanku
Betapa mulainya cintaMu padaku
Tiada lagi sia-sia
Karena Dia selamatkan hidupku (jiwaku)

Reff.:
Oh Tuhanku, sungguh mulia karyaMu
Oh Tuhanku, sungguh mulia karyaMu
KepadaMu kunaikkan pujian
Dan berseru Hosiana bagi Raja

Thursday, April 16, 2009

Urgent: Ambil waktu pribadi (kwalitas) bersama DIA

Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/04/17/




Jumat , 17 April 2009

Bacaan Setahun : Mazmur 19-21
Nats : Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki? (Yesaya 58:5)

TUJUAN BERPUASA
Bacaan : Yesaya 58:1-12

Seorang laki-laki di Kerala, sebuah daerah di India selatan, meninggal gara-gara berpuasa selama 50 hari tanpa makan dan minum. Sebenarnya pada hari ke-41, banyak orang mencoba mendobrak kamarnya, tetapi pihak keluarga tidak memperbolehkan.

Jika kita melakukan puasa tanpa tujuan ilahi, apa yang kita lakukan itu sebenarnya tidak berguna sama sekali. Puasa bukan ajang untuk menguji ketahanan tubuh. Juga bukan ajang pembanggaan diri; sehingga kita seolah-olah lebih rohani daripada yang lain. Semakin banyak berpuasa, semakin kelihatan rohani: ini prinsip yang sangat keliru.

Bukankah kita kerap melakukan puasa, tetapi dengan tujuan yang salah? Beberapa di antara kita melakukan puasa dengan tujuan diet. Yang lain melakukannya karena menganggap puasa sebagai suatu tantangan yang seru. Dan, beberapa orang melakukannya hanya untuk kemegahan dan kosombongan diri. Puasa seperti ini tidak akan pernah berkenan di hati Tuhan.

Jika kita berpuasa, kita mesti mendasarinya dengan tujuan ilahi. Kita berpuasa untuk melatih dan menguasai kedagingan serta hawa nafsu. Kita berpuasa supaya bisa lebih peka dan lebih fokus dengan rencana Tuhan. Kita berpuasa agar dapat berdoa dengan lebih konsentrasi karena kedagingan kita terkikis. Puasa adalah hal yang baik, jika dilakukan dengan motivasi yang baik. Sebaliknya, puasa bisa menjebak kita untuk terlibat dalam kemunafikan. Apakah kita adalah orang kristiani yang kerap melakukan puasa dan rutin melakukannya? Luruskan motivasi kita, maka puasa kita akan menjadi sangat efektif —PK
TANPA TUJUAN ILAHI PUASA YANG KITA LAKUKAN AKAN SIA-SIA



© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org

Sunday, March 29, 2009

Sekolah Iman: Tuhan punya rencana !. Ayo hiduplah dalam Iman

Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/03/30/




Senin, 30 Maret 2009

Bacaan Setahun : 1Samuel 14-16
Nats : Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:21)

MENGAMPUNI = MEMBEBASKAN
Bacaan : Roma 12:19-21

Amy Biehl, 26 tahun, tewas mengenaskan di tangan empat pemuda kulit hitam saat melakukan pekerjaan kemanusiaan di Afrika Selatan. Peter dan Linda Biehl, orangtua Amy, berkunjung ke Afrika Selatan untuk melihat tempat di mana Amy terbunuh. Mereka pun tiba di Guguletu, daerah kumuh tempat para pemuda pembunuh Amy tinggal dan dibesarkan. Melihat kondisi daerah itu, mereka memahami mengapa para pemuda itu tumbuh menjadi pelaku kriminal.

Mereka kemudian mendirikan Yayasan Amy Biehl. Yayasan ini didirikan agar mereka dapat memberikan pelatihan bagi para pemuda Guguletu. Tidak hanya itu, tahun 1998, Peter dan Linda juga menerima Easy Nofomela dan Ntebecko Penny, dua dari empat pembunuh Amy, ke dalam program pelatihan mereka. "Dengan mengampuni, kami telah membebaskan diri kami sendiri," begitu Peter Biehl berkata kepada wartawan yang mewawancarainya.

Ya, pengampunan itu membebaskan. Bukan hanya membebaskan si pelaku dari rasa bersalah, tetapi juga membebaskan kita dari rasa benci, dendam, dan akar pahit. Tidak heran kalau pengampunan menjadi salah satu tema penting dalam Alkitab. Bukan berarti kita tidak boleh marah atau kesal terhadap orang yang telah berbuat tidak baik terhadap kita. Marah tentu boleh saja, asal jangan sampai menjadi dendam. Kesal juga tidak salah, asal tidak sampai membuat kita terbakar kebencian dan berkeinginan untuk membalas. Sebab, bagaimanapun pembalasan itu bukan hak kita (ayat 19). Tugas kita adalah melakukan kebaikan kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang telah menyakiti -AYA
KETIKA KITA BISA MENGAMPUNI SESEORANG

PIHAK PERTAMA YANG MENDAPAT MANFAAT ADALAH DIRI KITA SENDIRI



© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org

Monday, March 02, 2009

Sahabat dan Saudara

Amsal 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Amsal 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Amsal 17:27 Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.