Tuhan menghendaki persembahan kudus!. Sejak jaman PL sampai sekarang.
Di PL, dari Imamat 22:17-33, renungan yg terambil dari e-santapan harian di: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/06/12/#SABDAweb menyatakan paling tidak ada dua macam persembahan, yakni persembahan nazar dan persembahan sukarela.
Pada e-sh tersebut dituliskan: Persembahan sukarela diberikan tanpa ada hal-hal khusus yang menjadi alasannya, kecuali bahwa Tuhan telah melakukan kebaikan dalam hidup orang tersebut. Sedangkan persembahan nazar adalah persembahan wajib seseorang yang telah ditolong Tuhan sesuai dengan nazarnya. Karena itu persembahan nazar diatur lebih ketat daripada persembahan sukarela.
Mengapa Tuhan menuntut persembahan yang tidak bercacat? Karena Tuhan yang kudus menuntut umat hidup kudus dalam segala hal. Persembahan yang tidak sempurna menunjukkan ketidakseriusan umat menjaga kekudusan Allah. Jangan-jangan persembahan yang cacat atau rusak itu menunjukkan yang bersangkutan tidak mau dirugikan secara ekonomi namun mengharapkan diberkati Tuhan. Motivasi seperti itu jelas tidak kudus!
Saya setuju, seperti dituliskan juga bahwa Pengaturan mengenai persembahan ini menunjukkan betapa penting motivasi seseorang di dalam menghampiri Tuhan.
Saya seperti Harun kecil yang harus mendengar dan menaati perintah mengenai motivasi yg kudus mengenai persembahan nazar atau sukarela. Sekaligus sebagai Musa kecil yang harus mengatakannya kepada isteri dan anak saya bahwa kalau kami mempersembahkan sesuatu bagi Allah haruslah kudus!.
Semoga Allah menolong agar dapat menerapkan Firman tersebut!.
Selamat Pagi, Tuhan memberkati Anda juga!. He he he he...!
Sunday, June 11, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment