Wednesday, June 28, 2006

salah satu kesukaan anak tuhan

Mazmur 112 melanjutkan mazmur 111 dengan menyatakan manfaat dan konsekuensi etis bagi mereka yang menjalani hidup takut akan Tuhan (Mzm. 111:10). Takut akan Tuhan akan membuahkan hidup yang benar dan berkenan kepada-Nya.

Inilah berkat yang dialami semua orang yang takut kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan-Nya. Hidupnya akan penuh dengan kesukaan menaati firman Tuhan (Mzm. 112:1). Inilah paradoks yang indah: takut yang benar akan Tuhan mendatangkan kesukaan hidup. Bagi sebagian orang menaati peraturan adalah semata-mata kewajiban legalistic sehingga hal itu merupakan suatu keterpaksaan. Namun bagi anak Tuhan, peraturan Tuhan justru menyukakan hati karena itu adalah jati dirinya. Anak Tuhan menyadari bahwa hidup yang ia jalani adalah anugerah Tuhan sehingga setiap peraturan Tuhan ia yakini sebagai hal yang mendatangkan kebaikan semata-mata. Ia tahu bahwa dengan menerapkan firman Tuhan sepenuhnya dalam hidupnya, ia tinggal dalam ruang anugerah Tuhan. Dengan pemahaman seperti itu, hidup seorang anak Tuhan tidak akan pernah goyah apalagi sampai meragukan Tuhan (ayat 6-7) bahkan ketika ia berhadapan dengan para musuhnya (ayat 8). Lebih daripada itu, anak Tuhan dimampukan bukan hanya menerima berkat (ayat 2-3) untuk dinikmati sendiri melainkan juga memberikan berkat untuk memberkati orang lain (ayat 4-5, 9). Salah satu bentuk berkat yang dialami anak Tuhan adalah pelipatgandaan, yaitu berkat keturunan (ayat 2).

Kebahagiaan anak Tuhan bukan ditentukan dari dan oleh ukuran dunia ini yang serba permisif dan melawan Allah karena dunia ini ada di bawah penghukuman Allah. Hanya saat anak Tuhan hidup seturut firman-Nya, ia mengalami pemeliharaan Allah dan sukacita yang tidak dapat dipadamkan oleh tentangan dan hujatan dunia ini.

...taken from: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/06/29/

Ada peraturan!.
Ada hukum2 yang berlaku.
Anak Tuhan harus mematuhinya.

Masa Depan? Andalkan DIA ! Syukur untuk kebaikanNYA

perenungan kemarin (baru bisa nulis sekarang)...:

Mazmur 111 ini merupakan ucapan syukur seseorang yang telah mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dalam ucapan syukurnya, ia menyaksikan perbuatan Allah kepada umat Tuhan agar kumandang pujian menggema dalam ibadah umat Tuhan (ayat 1). ...

Allah yang tidak berubah, dulu, sekarang, dan selamanya adalah Allah yang kita sembah dalam Tuhan Yesus. Dia sudah menyatakan kasih setia-Nya melalui kurban diri-Nya sendiri di kayu salib. Dialah satu-satunya Pribadi yang dapat kita andalkan untuk menapaki masa depan kita. Mengukur masa depan dengan situasi masa kini memang membuat kita jadi tawar hati. Namun melihat karya Tuhan dan sejarah umat Tuhan apalagi meyakini karakter-Nya yang tak pernah berubah itu akan memberikan pengharapan yang selalu segar bagi kita.

Bahan dari Mazmur 111:1-10

Sunday, June 18, 2006

ayat berkesan dalam hari ini

3Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 4maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. 5Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram. 6Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

10Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.

Thursday, June 15, 2006

penghormatan n penghargaan

#1. saya harus secara sadar! menempatkan Allah tertinggi dan terutama dalam kehidupan saya!.
#2. Keseharian saya dengan kesadaran itu haruslah (harusnya) berdampak positip pada perlakuan manusiawi saya terhadap sesama!.
#3. Dampak positip itu antara lain adalah:*saya sedang belajar menghormati Allah sebagai yang tertinggi dan terutama, **saya sedang belajar menghargai sesama manusia sebagai gambarNya!.

demikian resume renungan pribadi...
bahan dari, e-sh.16.06.2006--> www.sabda.org

Tuesday, June 13, 2006

4 Ways God Calls Us To Work_2005

4 Ways God Calls Us To Work
1. God calls me directly by name.
• God actually calls me by my name, audibly. — Moses (Exodus 3:1-10)
• God tells me what my work will look like. — Paul (Acts 9:4-6)

2. God places a desire in my heart.
• I feel a responsibility to accomplish a task and to meet a need. — Isaiah (Isaiah 6), Nehemiah (Nehemiah 1)

3. God arranges my path.
• I have no list of options, no choices. — Josiah (2 Kings 22)
• It is all pre-arranged for me. — John the Baptist (Mark 1:2-7)

4. God prepares an attractive option.
• I have been led to choose an opportunity. — Elisha (1 Kings 19:20-21)
• It is not a matter of coincidence, but it may seem that way. — Stephen (Acts 6:2-4)

taken from:
1. http://lifeatwork.portfoliocms.com/Brix?pageID=9
2. www.injoy.com
Ref.: Selasa, 28Juni2005

[songliric]semua baik apa yang Tuhan perbuat

...

reff.:
smua baik
smua baik
apa yg Tuhan perbuat didalam hidupku

smua baik
sungguh teramat baik
Kau jadikan hidupku berarti...

Penting Mengingat Karya Tuhan

Kesabaran Nya pada kita bukanlah berarti Ia tidak bisa berlaku adil.

Jika Ia tidak membinasakan seketika kita pongah atau melanggar perintahNya, seharusnya ini membuat kita tunduk dan bertekuk lutut dihadapanNya, bersyukur atas kesabaranNya, bersyukur masih diberi kesempatan pertobatan bagi kita.

Setiap hari adalah tonggak-tonggak peringatan Tuhan pada kita untuk setia kepada Firman dan perintahNya!.

bahan dari http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/06/14/#SABDAweb
Bagaimana dengan Anda hari ini?...
Selamat menerapkan!.

Sunday, June 11, 2006

dua macam persembahan: nazar n sukarela

Tuhan menghendaki persembahan kudus!. Sejak jaman PL sampai sekarang.
Di PL, dari Imamat 22:17-33, renungan yg terambil dari e-santapan harian di: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/06/12/#SABDAweb menyatakan paling tidak ada dua macam persembahan, yakni persembahan nazar dan persembahan sukarela.

Pada e-sh tersebut dituliskan: Persembahan sukarela diberikan tanpa ada hal-hal khusus yang menjadi alasannya, kecuali bahwa Tuhan telah melakukan kebaikan dalam hidup orang tersebut. Sedangkan persembahan nazar adalah persembahan wajib seseorang yang telah ditolong Tuhan sesuai dengan nazarnya. Karena itu persembahan nazar diatur lebih ketat daripada persembahan sukarela.

Mengapa Tuhan menuntut persembahan yang tidak bercacat? Karena Tuhan yang kudus menuntut umat hidup kudus dalam segala hal. Persembahan yang tidak sempurna menunjukkan ketidakseriusan umat menjaga kekudusan Allah. Jangan-jangan persembahan yang cacat atau rusak itu menunjukkan yang bersangkutan tidak mau dirugikan secara ekonomi namun mengharapkan diberkati Tuhan. Motivasi seperti itu jelas tidak kudus!

Saya setuju, seperti dituliskan juga bahwa Pengaturan mengenai persembahan ini menunjukkan betapa penting motivasi seseorang di dalam menghampiri Tuhan.

Saya seperti Harun kecil yang harus mendengar dan menaati perintah mengenai motivasi yg kudus mengenai persembahan nazar atau sukarela. Sekaligus sebagai Musa kecil yang harus mengatakannya kepada isteri dan anak saya bahwa kalau kami mempersembahkan sesuatu bagi Allah haruslah kudus!.

Semoga Allah menolong agar dapat menerapkan Firman tersebut!.
Selamat Pagi, Tuhan memberkati Anda juga!. He he he he...!

Thursday, June 01, 2006

belajar menghidupi janji FT dalam bekerja

soal pekerjaan

Yes. 60:22
Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

118:8
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.

118:9
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

...ini menolong kami unt bersatu dalam doa dan pengharapan dalam pergumulan...

arti anugerah keselamatan (Roma 5:1-11)

Pertama, diselamatkan berarti diperdamaikan dengan Allah (ayat 1).

Kedua, diselamatkan berarti beroleh jalan masuk kepada kasih karunia (ayat 2).

Ketiga, pengharapan Kristen akan keselamatan bukan harapan yang kabur, tapi harapan pasti. Kita bermegah akan beroleh kemuliaan kelak (ayat 2b).

Keempat, dalam masa sulit di dunia ini kita bahkan dapat bersukacita (ayat 3).

Mulai pasal 5 Kitab Roma, Paulus bicara dengan kata "kita." Seluruh kekayaan anugerah penyelamatan Allah tidak saja hak dan pengalaman perorangan, tapi merupakan pengalaman makin nyata bila kita saling membagikannya dalam persekutuan.

saduran dari e.sh pada http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2006/06/02/#SABDAweb

Roma 5:
1Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
2Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. 3Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
6Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.