Tuesday, May 30, 2006

Abraham dibenarkan oleh Tuhan bukan karena melakukan Taurat melainkan karena percaya (ayat 3; Kej. 15:6).
Pertama, Abraham tidak melakukan tindakan apa pun yang membuat ia layak menerima janji Allah mendapat keturunan yang sebanyak bintang di langit (Kej. 15:5).
Kedua, Abraham menerima janji itu sebelum ia disunat, jauh sebelum Taurat diberikan kepada Israel. Sunat bukan menjadi syarat ketaatannya melainkan sebagai tanda bahwa ia beriman (ayat 11).
Ketiga, karena itu, contoh Abraham ini menjadi dasar untuk semua orang, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, bahwa imanlah yang menjadi dasar seseorang diperkenan Allah.

implikasi bagi saya:
Sikap hati yg percaya kepada FT dimasa lalu...waktu2 yg ada... (melakukan segala sesuatu dengan iman) dapat menerima janji kegenapan FT dalam hidup kemudian.
Bila saya "telah di jalur" yg dikehendaki Nya maka saya akan menerima "yg terbaik" dari Dia. Saya berada pada jalur karena kasihkaruniaNYA!. Tugas berikutnya adalah taat pada jalur itu..sehingga pada waktuNYA saya menerima "yg terbaik" dalam kehidupan dari dan pada jalur itu.


ref. ayat FT:
Roma 4:3
Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Kej 15:6
Abram percaya kepada TUHAN, maka TUHAN menyatakan bahwa dia benar oleh karena imannya.
Roma 4:11
Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,
Roma 4:12
dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

No comments: