Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu...
Rick Warren dalam bukunya The Purpose Driven Life menuliskan ada lima penggerak yang paling umum:[1]. rasa bersalah, [2]. kebencian dan kemarahan,[3]. rasa takut, [4]. materialisme, [5]. kebutuhan akan pengakuan.
Banyak orang digerakkan oleh rasa bersalah.
Banyak orang digerakkan oleh kebencian dan kemarahan.
Perhatikan: Orang-orang yang melukai Anda pada masa lalu tidak mungkin terus melukai Anda sekarang kecuali jika Anda mempertahankan rasa sakit hati itu melalui kebencian.
Banyak orang digerakkan oleh rasa takut.
Ketakutan adalah penjara yang dibangun demi diri sendiri yang akan menghalangi Anda untuk menjadi apa yang Allah maksudkan bagi Anda. Anda harus bergerak melawannya dengan senjata iman dan kasih. "Didalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna didalam kasih."
Banyak orang digerakkan oleh materialisme.
Banyak orang digerakkan oleh kebutuhan akan pengakuan.
Saya tidak mengetahui semua kunci keberhasilan, tetapi salah satu kunci menuju kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang.
Tanpa suatu tujuan, kehidupan bagaikan gerakan tanpa makna, kegiatan tanpa arah, peristiwa tanpa alasan. Tanpa suatu tujuan, kehidupan tidak berarti.
Saturday, October 04, 2008
Saturday, September 06, 2008
pergumulan berat di sekitar ultah
Perencanaan Pribadi 2008
V i s i :
Yesaya 55:1 – 13 (4-5, 12-13)
Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Terjemahan Visi 2008: Pemuridan mulai dari keluarga (Ulangan 6:1-9(7))
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Pernyataan Misi:
Sebagai orang percaya
1. Di dalam kehidupan manusia batiniah (watak / pengenalan akan Allah)
Memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Memfokuskan pertumbuhannya pada bidang tertentu sesuai tuntunan Roh kudus.
2. Mental
Memperbaruinya sedemikian sehingga dapat membedakan apa yang baik yang berkenan
kepada Allah dan yang sempurna
3. Jasmani
Melatih setiap anggota tubuh supaya bisa menguasainya (dengan kebiasaan baik yang dihidupinya) untuk menjadi senjata kebenaran
4. Finansial
Menikmati kecukupan dari, oleh dan untuk Allah : supaya dapat menikmati pergumulan akan pemenuhan kebutuhan2
5. Emosi
Menjadikannya sebagai sarana luapan nyanyian baru demi nyanyian baru bagi keindahan, terang dan kemuliaanNya
6. Kehidupan sosial
Menjadikan setiap kesempatan interaksi dengan sesama sebagai ekspresi kasih kepada mereka
.: Mengingat ultah isteri 2008 August 14 :.
V i s i :
Yesaya 55:1 – 13 (4-5, 12-13)
Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Terjemahan Visi 2008: Pemuridan mulai dari keluarga (Ulangan 6:1-9(7))
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Pernyataan Misi:
Sebagai orang percaya
1. Di dalam kehidupan manusia batiniah (watak / pengenalan akan Allah)
Memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Memfokuskan pertumbuhannya pada bidang tertentu sesuai tuntunan Roh kudus.
2. Mental
Memperbaruinya sedemikian sehingga dapat membedakan apa yang baik yang berkenan
kepada Allah dan yang sempurna
3. Jasmani
Melatih setiap anggota tubuh supaya bisa menguasainya (dengan kebiasaan baik yang dihidupinya) untuk menjadi senjata kebenaran
4. Finansial
Menikmati kecukupan dari, oleh dan untuk Allah : supaya dapat menikmati pergumulan akan pemenuhan kebutuhan2
5. Emosi
Menjadikannya sebagai sarana luapan nyanyian baru demi nyanyian baru bagi keindahan, terang dan kemuliaanNya
6. Kehidupan sosial
Menjadikan setiap kesempatan interaksi dengan sesama sebagai ekspresi kasih kepada mereka
.: Mengingat ultah isteri 2008 August 14 :.
hari yang terindah
di hatiku ada cintaNya
di hatiku kucinta padaNya
kuingin selalu mendengar suaraNya
bertumbuh dalam iman kepadaNya
hari yang terindah
ketika kujumpa
dengan Yesus yang menjadi kekasih hatiku
walau banyak rintangan
jalan yang dihadapan
kasihNya sungguh jadi buatku
::puji2an kepada Tuhan di suatu malam, perjalanan pulang dari Workshop or Honglab or Office menuju Barn (house: rent)
di hatiku kucinta padaNya
kuingin selalu mendengar suaraNya
bertumbuh dalam iman kepadaNya
hari yang terindah
ketika kujumpa
dengan Yesus yang menjadi kekasih hatiku
walau banyak rintangan
jalan yang dihadapan
kasihNya sungguh jadi buatku
::puji2an kepada Tuhan di suatu malam, perjalanan pulang dari Workshop or Honglab or Office menuju Barn (house: rent)
Tuesday, June 10, 2008
Yer 29:1-23
TUHAN ADA DI DEPAN; DIA MEMIMPIN KITA
JUGA SELALU ADA DI SISI; DIA MENEMANI KITA
Tuhan terima kasih karena Engkau sungguh mampu melihat masa depan saya, karena Engkau meskipun dalam keadaan sadar atau tidak sadar, dalam segala keadaan Engkau, Engkaulah, Engkau sungguh selalu hadir dalam waktu2 tersebut, Engkau selalu menemani saya. Dalam keadaan proses pemenuhan kebutuhan2 pasangan dan anak pun Engkau selalu hadir. Ajar aku memahami arti kemahahadiranMu tersebut. Dalam namaMu aku berdoa dan bersyukur, Amin.
JUGA SELALU ADA DI SISI; DIA MENEMANI KITA
Tuhan terima kasih karena Engkau sungguh mampu melihat masa depan saya, karena Engkau meskipun dalam keadaan sadar atau tidak sadar, dalam segala keadaan Engkau, Engkaulah, Engkau sungguh selalu hadir dalam waktu2 tersebut, Engkau selalu menemani saya. Dalam keadaan proses pemenuhan kebutuhan2 pasangan dan anak pun Engkau selalu hadir. Ajar aku memahami arti kemahahadiranMu tersebut. Dalam namaMu aku berdoa dan bersyukur, Amin.
Monday, June 09, 2008
berkat ultah pernikahan
pindahan rumah atas pertolongan Tuhan dan teman2 student di kampus
per 27 April 2008
per 27 April 2008
Tuesday, March 11, 2008
happy birthday
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/03/11/
Selasa, 11 Maret 2008
Bacaan Setahun : Yosua 22-24
Nats : Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu (Kejadian 50:17)
BERANI BERDAMAI
Bacaan : Kejadian 50:15-21
Seorang ibu sulit menaikkan Doa Bapa Kami, sebab ia tak sudi mengampuni. Semula ia bangga memiliki suami yang setia. Belakangan, ketika sang suami mendadak meninggal karena serangan jantung, baru terkuak sisi gelap hidupnya. Rupanya, sudah lama ia selingkuh. Ibu itu sangat kaget. Rasa kehilangannya berubah menjadi kebencian. Ia sulit mengampuni meski suaminya telah pergi.
Tanpa pengampunan, kesalahan yang kita atau orang lain perbuat akan menjadi sampah di hati. Jika dibiarkan, baik yang berbuat salah atau yang terluka sama-sama menderita. Saudara-saudara Yusuf bertahun-tahun memendam rasa bersalah karena telah merusak hidup Yusuf (Kejadian 50:15). Ketakutan membayangi mereka: kelak Yusuf pasti balas dendam! Nyatanya, Yusuf sama sekali tak menyimpan dendam.
Bertahun-tahun Yusuf dan saudara-saudaranya kehilangan kontak. Selama itu, Yusuf hidup merana tanpa saudara. Semua itu baru berakhir setelah saudara-saudara Yusuf bersujud dan memohon ampun di hadapannya. Yusuf pun menangis haru. Ia mengatakan bahwa ia tak akan mengadili dan menghukum mereka, tetapi ia justru akan memelihara hidup mereka (ayat 18-21). Hari itu, beban berat yang menyelimuti hati bertahun-tahun lenyap! Babak baru hidup mereka dimulai, sebab ada pengampunan dan pemulihan.
Dalam hidup bersama, ada saatnya kita menyakiti atau disakiti. Itu tak terhindarkan. Yang penting, apa yang kita perbuat sesudahnya; memilih untuk membiarkannya lalu hidup dalam dendam atau mengupayakan perdamaian? Hanya dengan berani mengakui dan mengampuni, kita bisa merasakan indahnya pemulihan -JTI
ORANG YANG HATINYA MUDAH MENGAMPUNI
MAMPU MENGHADIRKAN SURGA DI BUMI
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/03/11/
Selasa, 11 Maret 2008
Bacaan Setahun : Yosua 22-24
Nats : Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu (Kejadian 50:17)
BERANI BERDAMAI
Bacaan : Kejadian 50:15-21
Seorang ibu sulit menaikkan Doa Bapa Kami, sebab ia tak sudi mengampuni. Semula ia bangga memiliki suami yang setia. Belakangan, ketika sang suami mendadak meninggal karena serangan jantung, baru terkuak sisi gelap hidupnya. Rupanya, sudah lama ia selingkuh. Ibu itu sangat kaget. Rasa kehilangannya berubah menjadi kebencian. Ia sulit mengampuni meski suaminya telah pergi.
Tanpa pengampunan, kesalahan yang kita atau orang lain perbuat akan menjadi sampah di hati. Jika dibiarkan, baik yang berbuat salah atau yang terluka sama-sama menderita. Saudara-saudara Yusuf bertahun-tahun memendam rasa bersalah karena telah merusak hidup Yusuf (Kejadian 50:15). Ketakutan membayangi mereka: kelak Yusuf pasti balas dendam! Nyatanya, Yusuf sama sekali tak menyimpan dendam.
Bertahun-tahun Yusuf dan saudara-saudaranya kehilangan kontak. Selama itu, Yusuf hidup merana tanpa saudara. Semua itu baru berakhir setelah saudara-saudara Yusuf bersujud dan memohon ampun di hadapannya. Yusuf pun menangis haru. Ia mengatakan bahwa ia tak akan mengadili dan menghukum mereka, tetapi ia justru akan memelihara hidup mereka (ayat 18-21). Hari itu, beban berat yang menyelimuti hati bertahun-tahun lenyap! Babak baru hidup mereka dimulai, sebab ada pengampunan dan pemulihan.
Dalam hidup bersama, ada saatnya kita menyakiti atau disakiti. Itu tak terhindarkan. Yang penting, apa yang kita perbuat sesudahnya; memilih untuk membiarkannya lalu hidup dalam dendam atau mengupayakan perdamaian? Hanya dengan berani mengakui dan mengampuni, kita bisa merasakan indahnya pemulihan -JTI
ORANG YANG HATINYA MUDAH MENGAMPUNI
MAMPU MENGHADIRKAN SURGA DI BUMI
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
Sunday, December 16, 2007
whereever and whenever have to do
Jeremiah 29:7
Also, seek the peace and prosperity of the city to which I have carried you into exile. Pray to the LORD for it, because if it prospers, you too will prosper."
Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
http://www.biblegateway.com/passage/?book_id=30&chapter=29&version=31
Also, seek the peace and prosperity of the city to which I have carried you into exile. Pray to the LORD for it, because if it prospers, you too will prosper."
Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
http://www.biblegateway.com/passage/?book_id=30&chapter=29&version=31
Sunday, December 02, 2007
sate odb December 2, 2007 A Promise Fulfilled
December 2, 2007
A Promise Fulfilled
READ: Matthew 1:18-25
She will bring forth a Son, and you shall call His name Jesus, for He will save His people from their sins. —Matthew 1:21
In the off-season of baseball, managers and coaches concentrate on trading players to set themselves up for a winning season the next year. But if you are a Chicago Cubs fan like I am, you don’t expect much because we haven’t won a championship in years! That made the promise from a newly acquired player for the Cubs sound rather incredible. To a packed press conference, he said, “We are going to win the World Series!” I have to admit, it was hard not to be skeptical. It sounded like a promise that most likely he couldn’t deliver.
No doubt the Jews of Jesus’ day who were living under the oppressive thumb of Rome had to wonder if God would ever make good on His promise to send a Deliverer who would forgive sin and restore the glory of Israel (Isa. 1:26; 53:12; 61). God had long ago promised them a Redeemer, but they hadn’t heard a word from Him in 400 years. But then, at just the right moment, the angel announced to Joseph that Mary would give birth to a Son who would “save His people from their sins” (Matt. 1:21).
Christmas proves that God is a promise-keeping God! He said that He would send a Deliverer, and He did. Your sin is not beyond the reach of this promise. He is ready and waiting to forgive your sins—all of them. —Joe Stowell
For Further Study
Want to know more about God’s forgiveness? Review this Web site: www.rbc.org/bible_study/strength_for_the_journey/daily/50626.aspx
You can count on it—God makes good on His promises.
was taken from: http://www.rbc.org/odb/odb.shtml
version bahasa indonesia: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/12/02/#SABDAweb
A Promise Fulfilled
READ: Matthew 1:18-25
She will bring forth a Son, and you shall call His name Jesus, for He will save His people from their sins. —Matthew 1:21
In the off-season of baseball, managers and coaches concentrate on trading players to set themselves up for a winning season the next year. But if you are a Chicago Cubs fan like I am, you don’t expect much because we haven’t won a championship in years! That made the promise from a newly acquired player for the Cubs sound rather incredible. To a packed press conference, he said, “We are going to win the World Series!” I have to admit, it was hard not to be skeptical. It sounded like a promise that most likely he couldn’t deliver.
No doubt the Jews of Jesus’ day who were living under the oppressive thumb of Rome had to wonder if God would ever make good on His promise to send a Deliverer who would forgive sin and restore the glory of Israel (Isa. 1:26; 53:12; 61). God had long ago promised them a Redeemer, but they hadn’t heard a word from Him in 400 years. But then, at just the right moment, the angel announced to Joseph that Mary would give birth to a Son who would “save His people from their sins” (Matt. 1:21).
Christmas proves that God is a promise-keeping God! He said that He would send a Deliverer, and He did. Your sin is not beyond the reach of this promise. He is ready and waiting to forgive your sins—all of them. —Joe Stowell
For Further Study
Want to know more about God’s forgiveness? Review this Web site: www.rbc.org/bible_study/strength_for_the_journey/daily/50626.aspx
You can count on it—God makes good on His promises.
was taken from: http://www.rbc.org/odb/odb.shtml
version bahasa indonesia: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/12/02/#SABDAweb
Friday, November 30, 2007
odb 01.12.2007
December 1, 2007
Krakatoa
READ: 2 Peter 3:1-13
The heavens will pass away with a great noise, and the elements will melt with fervent heat. —2 Peter 3:10
In 1883, the greatest volcanic explosion in modern history took place. Krakatoa, an island volcano along the Indonesian arc, shot 6 cubic miles of soil, rock, vegetation, and animal and human life 24 miles up into the stratosphere. Its shockwave traveled around the world seven times, and its debris fell as far as Madagascar—more than 2,000 miles away!
At the time of Krakatoa’s explosion, Captain Sampson of the British vessel Norham Castle was nearby and wrote in his log: “I am writing this blind in pitch darkness. We are under continual rain of pumice-stone and dust. So violent are the explosions that the ear-drums of over half my crew have been shattered. . . . I am convinced that the Day of Judgment has come.”
Captain Sampson believed that the world was coming to an end. The explosion does seem to fit 2 Peter 3:10, “The heavens will pass away with a great noise, and the elements will melt with fervent heat.” As terrible as Krakatoa was, though, it did not signal the end of the world.
Crisis has a way of shaking us out of complacency. It reminds us this world is not our home and encourages us to be godly (v.11). When it feels as if our personal world is coming to an end, we should focus on living for eternity.
—Dennis Fisher
A Prayer
Lord, my desire is to live for You whether circumstances are good or bad. Help me to focus on Your purposes. Show me today in Your Word what You want me to do.
Trusting God can turn a crisis into a treasure.
2 Peter 3
The Day of the Lord
1Dear friends, this is now my second letter to you. I have written both of them as reminders to stimulate you to wholesome thinking. 2I want you to recall the words spoken in the past by the holy prophets and the command given by our Lord and Savior through your apostles.
3First of all, you must understand that in the last days scoffers will come, scoffing and following their own evil desires. 4They will say, "Where is this 'coming' he promised? Ever since our fathers died, everything goes on as it has since the beginning of creation." 5But they deliberately forget that long ago by God's word the heavens existed and the earth was formed out of water and by water. 6By these waters also the world of that time was deluged and destroyed. 7By the same word the present heavens and earth are reserved for fire, being kept for the day of judgment and destruction of ungodly men.
8But do not forget this one thing, dear friends: With the Lord a day is like a thousand years, and a thousand years are like a day. 9The Lord is not slow in keeping his promise, as some understand slowness. He is patient with you, not wanting anyone to perish, but everyone to come to repentance.
10But the day of the Lord will come like a thief. The heavens will disappear with a roar; the elements will be destroyed by fire, and the earth and everything in it will be laid bare.[a]
11Since everything will be destroyed in this way, what kind of people ought you to be? You ought to live holy and godly lives 12as you look forward to the day of God and speed its coming.[b]That day will bring about the destruction of the heavens by fire, and the elements will melt in the heat. 13But in keeping with his promise we are looking forward to a new heaven and a new earth, the home of righteousness.
was taken from:
http://www.rbc.org/odb/odb-12-01-07.shtml
http://www.biblegateway.com/passage/?search=2%20Peter%203:1-13&version=31;
Krakatoa
READ: 2 Peter 3:1-13
The heavens will pass away with a great noise, and the elements will melt with fervent heat. —2 Peter 3:10
In 1883, the greatest volcanic explosion in modern history took place. Krakatoa, an island volcano along the Indonesian arc, shot 6 cubic miles of soil, rock, vegetation, and animal and human life 24 miles up into the stratosphere. Its shockwave traveled around the world seven times, and its debris fell as far as Madagascar—more than 2,000 miles away!
At the time of Krakatoa’s explosion, Captain Sampson of the British vessel Norham Castle was nearby and wrote in his log: “I am writing this blind in pitch darkness. We are under continual rain of pumice-stone and dust. So violent are the explosions that the ear-drums of over half my crew have been shattered. . . . I am convinced that the Day of Judgment has come.”
Captain Sampson believed that the world was coming to an end. The explosion does seem to fit 2 Peter 3:10, “The heavens will pass away with a great noise, and the elements will melt with fervent heat.” As terrible as Krakatoa was, though, it did not signal the end of the world.
Crisis has a way of shaking us out of complacency. It reminds us this world is not our home and encourages us to be godly (v.11). When it feels as if our personal world is coming to an end, we should focus on living for eternity.
—Dennis Fisher
A Prayer
Lord, my desire is to live for You whether circumstances are good or bad. Help me to focus on Your purposes. Show me today in Your Word what You want me to do.
Trusting God can turn a crisis into a treasure.
2 Peter 3
The Day of the Lord
1Dear friends, this is now my second letter to you. I have written both of them as reminders to stimulate you to wholesome thinking. 2I want you to recall the words spoken in the past by the holy prophets and the command given by our Lord and Savior through your apostles.
3First of all, you must understand that in the last days scoffers will come, scoffing and following their own evil desires. 4They will say, "Where is this 'coming' he promised? Ever since our fathers died, everything goes on as it has since the beginning of creation." 5But they deliberately forget that long ago by God's word the heavens existed and the earth was formed out of water and by water. 6By these waters also the world of that time was deluged and destroyed. 7By the same word the present heavens and earth are reserved for fire, being kept for the day of judgment and destruction of ungodly men.
8But do not forget this one thing, dear friends: With the Lord a day is like a thousand years, and a thousand years are like a day. 9The Lord is not slow in keeping his promise, as some understand slowness. He is patient with you, not wanting anyone to perish, but everyone to come to repentance.
10But the day of the Lord will come like a thief. The heavens will disappear with a roar; the elements will be destroyed by fire, and the earth and everything in it will be laid bare.[a]
11Since everything will be destroyed in this way, what kind of people ought you to be? You ought to live holy and godly lives 12as you look forward to the day of God and speed its coming.[b]That day will bring about the destruction of the heavens by fire, and the elements will melt in the heat. 13But in keeping with his promise we are looking forward to a new heaven and a new earth, the home of righteousness.
was taken from:
http://www.rbc.org/odb/odb-12-01-07.shtml
http://www.biblegateway.com/passage/?search=2%20Peter%203:1-13&version=31;
Sunday, November 18, 2007
Straight To Heaven
November 18, 2007
Straight To Heaven
READ: John 3:1-8
Nor is there salvation in any other, for there is no other name . . . by which we must be saved. —Acts 4:12
An old spiritual warns, “Everybody talkin’ ’bout heaven ain’t goin’ there.” Since heaven is God’s dwelling place where His presence and glory are manifested in all their splendor, He has the sovereign right to determine who will be admitted and under what conditions. Any other beliefs about the how and why of admission into heaven are sadly mistaken.
Take, for example, the confidence expressed by a well-known actress. Questioned about her faith, she replied, “I pray. I read the Bible. It’s the most beautiful book ever written. I should go to heaven; otherwise it’s not nice. I haven’t done anything wrong. My conscience is very clean. My soul is as white as those orchids over there, and I should go straight, straight to heaven.”
God alone determines who goes straight to heaven. In the Bible, God’s holy Word, He tells us that only those who have trusted in Jesus Christ as their personal Savior will be admitted. The apostle Peter said, “Nor is there salvation in any other, for there is no other name under heaven given among men by which we must be saved” (Acts 4:12).
Self-judgment regarding the purity of one’s soul and one’s heaven-deserving character is not the criterion. Only God’s Word gives us the standard for admission. —Vernon C Grounds—
I must needs go home by the way of the cross,There’s no other way but this;I shall ne’er get sight of the gates of light,If the way of the cross I miss. —Pounds
Christ believed is salvation received and heaven gained.
John 3
Jesus Teaches Nicodemus 1Now there was a man of the Pharisees named Nicodemus, a member of the Jewish ruling council. 2He came to Jesus at night and said, "Rabbi, we know you are a teacher who has come from God. For no one could perform the miraculous signs you are doing if God were not with him."
3In reply Jesus declared, "I tell you the truth, no one can see the kingdom of God unless he is born again.[a]"
4"How can a man be born when he is old?" Nicodemus asked. "Surely he cannot enter a second time into his mother's womb to be born!"
5Jesus answered, "I tell you the truth, no one can enter the kingdom of God unless he is born of water and the Spirit. 6Flesh gives birth to flesh, but the Spirit[b] gives birth to spirit. 7You should not be surprised at my saying, 'You[c] must be born again.' 8The wind blows wherever it pleases. You hear its sound, but you cannot tell where it comes from or where it is going. So it is with everyone born of the Spirit."
was taken from: http://www.rbc.org/odb/odb.shtml
Straight To Heaven
READ: John 3:1-8
Nor is there salvation in any other, for there is no other name . . . by which we must be saved. —Acts 4:12
An old spiritual warns, “Everybody talkin’ ’bout heaven ain’t goin’ there.” Since heaven is God’s dwelling place where His presence and glory are manifested in all their splendor, He has the sovereign right to determine who will be admitted and under what conditions. Any other beliefs about the how and why of admission into heaven are sadly mistaken.
Take, for example, the confidence expressed by a well-known actress. Questioned about her faith, she replied, “I pray. I read the Bible. It’s the most beautiful book ever written. I should go to heaven; otherwise it’s not nice. I haven’t done anything wrong. My conscience is very clean. My soul is as white as those orchids over there, and I should go straight, straight to heaven.”
God alone determines who goes straight to heaven. In the Bible, God’s holy Word, He tells us that only those who have trusted in Jesus Christ as their personal Savior will be admitted. The apostle Peter said, “Nor is there salvation in any other, for there is no other name under heaven given among men by which we must be saved” (Acts 4:12).
Self-judgment regarding the purity of one’s soul and one’s heaven-deserving character is not the criterion. Only God’s Word gives us the standard for admission. —Vernon C Grounds—
I must needs go home by the way of the cross,There’s no other way but this;I shall ne’er get sight of the gates of light,If the way of the cross I miss. —Pounds
Christ believed is salvation received and heaven gained.
John 3
Jesus Teaches Nicodemus 1Now there was a man of the Pharisees named Nicodemus, a member of the Jewish ruling council. 2He came to Jesus at night and said, "Rabbi, we know you are a teacher who has come from God. For no one could perform the miraculous signs you are doing if God were not with him."
3In reply Jesus declared, "I tell you the truth, no one can see the kingdom of God unless he is born again.[a]"
4"How can a man be born when he is old?" Nicodemus asked. "Surely he cannot enter a second time into his mother's womb to be born!"
5Jesus answered, "I tell you the truth, no one can enter the kingdom of God unless he is born of water and the Spirit. 6Flesh gives birth to flesh, but the Spirit[b] gives birth to spirit. 7You should not be surprised at my saying, 'You[c] must be born again.' 8The wind blows wherever it pleases. You hear its sound, but you cannot tell where it comes from or where it is going. So it is with everyone born of the Spirit."
was taken from: http://www.rbc.org/odb/odb.shtml
Saturday, November 17, 2007
New Bodies
November 17, 2007
New Bodies
READ: 1 Corinthians 15:42-49
Jesus, the author and finisher of our faith, who for the joy that was set before Him endured the cross. —Hebrews 12:2
In 1728, a young Ben Franklin composed his own tombstone epitaph:
The body of B. Franklin, printer, like the cover of an old book, its contents worn out, and stript of its lettering and gilding, lies here, food for worms. Yet the work shall not be lost; for it will as he believ’d appear once more, in a new & more beautiful edition, corrected and amended by the Author.
In this epitaph, the wry wit of Franklin, the colonial Renaissance man, rings true to the biblical view of resurrection. The bodies we now possess are prone to aging, physical decline, and ultimately death. But the resurrection of Jesus Christ holds within it the promise of a new supernatural body raised in glory. The apostle Paul tells us, “The body is sown in corruption, it is raised in incorruption. It is sown in dishonor, it is raised in glory. It is sown in weakness, it is raised in power” (1 Cor. 15:42-43).
As life takes its course in the aging process, we have the hope of a new body that will far outshine the original. Despite our aches and pains, our destiny belongs safely in the hands of “Jesus, the author and finisher of our faith” (Heb. 12:2). —Dennis Fisher—
New bodies will be ours somedayAccording to God’s grand design,Forever with the Lord to reign—Praise God for the promise divine! —Hess
In the twinkling of an eye . . . we shall be changed. —The Apostle Paul (1 Cor. 15:52)
was taken from: http://www.rbc.org/odb/odb.shtml
New Bodies
READ: 1 Corinthians 15:42-49
Jesus, the author and finisher of our faith, who for the joy that was set before Him endured the cross. —Hebrews 12:2
In 1728, a young Ben Franklin composed his own tombstone epitaph:
The body of B. Franklin, printer, like the cover of an old book, its contents worn out, and stript of its lettering and gilding, lies here, food for worms. Yet the work shall not be lost; for it will as he believ’d appear once more, in a new & more beautiful edition, corrected and amended by the Author.
In this epitaph, the wry wit of Franklin, the colonial Renaissance man, rings true to the biblical view of resurrection. The bodies we now possess are prone to aging, physical decline, and ultimately death. But the resurrection of Jesus Christ holds within it the promise of a new supernatural body raised in glory. The apostle Paul tells us, “The body is sown in corruption, it is raised in incorruption. It is sown in dishonor, it is raised in glory. It is sown in weakness, it is raised in power” (1 Cor. 15:42-43).
As life takes its course in the aging process, we have the hope of a new body that will far outshine the original. Despite our aches and pains, our destiny belongs safely in the hands of “Jesus, the author and finisher of our faith” (Heb. 12:2). —Dennis Fisher—
New bodies will be ours somedayAccording to God’s grand design,Forever with the Lord to reign—Praise God for the promise divine! —Hess
In the twinkling of an eye . . . we shall be changed. —The Apostle Paul (1 Cor. 15:52)
was taken from: http://www.rbc.org/odb/odb.shtml
Friday, November 16, 2007
His Promises
November 16, 2007
2,000-Year-Old Sprout
ODB RADIO: Listen Now DownloadREAD: Psalm 92:12-15
The righteous shall flourish like a palm tree. . . . They shall still bear fruit in old age. —Psalm 92:12,14
In June of 2006, Israeli doctors and scientists successfully germinated a 2,000-year-old date palm seed. Found at the Herodian fortress of Masada on the west bank of the Dead Sea, the seed was tagged “Methuselah” for the man with the oldest recorded age in the Bible (Gen. 5:27). In addition to the challenge of awakening a long-dormant seed, the team also wanted to learn more about the tree praised in Scripture for its shade, food, beauty, and medicinal qualities.
The date palm has an important role in the Bible. In the Old Testament, the tree is linked to the temple and presence of God. The New Testament describes excited crowds praising God and throwing palm branches at the feet of Jesus as He rode into Jerusalem on a donkey.
God’s promise to bless the world through a descendant of Abraham also lay dormant for 2,000 years (see Gen. 12:1-3). Finally, the Seed of promise sprouted. That Seed was Jesus, the long-awaited Messiah. Soon the story of His resurrected life would go out to every nation on earth.
The miracle is now ours to experience. Time is not a factor. Neither is the barren ground of circumstance. All that matters is that we allow our hearts to be the soil in which Christ is welcomed and worshiped. —Mart De Haan—
God’s promise like a tiny seed May seem to be an empty thing, But hidden in that tiny seed Is life that waits the warmth of spring. —D. De Haan
God never makes a promise that He will not keep.
Psalm 92:12-15
12 The righteous will flourish like a palm tree,
they will grow like a cedar of Lebanon;
13 planted in the house of the LORD,
they will flourish in the courts of our God.
14 They will still bear fruit in old age,
they will stay fresh and green,
15 proclaiming, "The LORD is upright;
he is my Rock, and there is no wickedness in him."
2,000-Year-Old Sprout
ODB RADIO: Listen Now DownloadREAD: Psalm 92:12-15
The righteous shall flourish like a palm tree. . . . They shall still bear fruit in old age. —Psalm 92:12,14
In June of 2006, Israeli doctors and scientists successfully germinated a 2,000-year-old date palm seed. Found at the Herodian fortress of Masada on the west bank of the Dead Sea, the seed was tagged “Methuselah” for the man with the oldest recorded age in the Bible (Gen. 5:27). In addition to the challenge of awakening a long-dormant seed, the team also wanted to learn more about the tree praised in Scripture for its shade, food, beauty, and medicinal qualities.
The date palm has an important role in the Bible. In the Old Testament, the tree is linked to the temple and presence of God. The New Testament describes excited crowds praising God and throwing palm branches at the feet of Jesus as He rode into Jerusalem on a donkey.
God’s promise to bless the world through a descendant of Abraham also lay dormant for 2,000 years (see Gen. 12:1-3). Finally, the Seed of promise sprouted. That Seed was Jesus, the long-awaited Messiah. Soon the story of His resurrected life would go out to every nation on earth.
The miracle is now ours to experience. Time is not a factor. Neither is the barren ground of circumstance. All that matters is that we allow our hearts to be the soil in which Christ is welcomed and worshiped. —Mart De Haan—
God’s promise like a tiny seed May seem to be an empty thing, But hidden in that tiny seed Is life that waits the warmth of spring. —D. De Haan
God never makes a promise that He will not keep.
Psalm 92:12-15
12 The righteous will flourish like a palm tree,
they will grow like a cedar of Lebanon;
13 planted in the house of the LORD,
they will flourish in the courts of our God.
14 They will still bear fruit in old age,
they will stay fresh and green,
15 proclaiming, "The LORD is upright;
he is my Rock, and there is no wickedness in him."
Friday, November 09, 2007
Happy-Bithday-Study-in-PSU-HatYai
Dear God,
Thank you very much for today.
One year ago, you make me arrive in this University.
Thank you for one year for me to study.
Thank you for everything that you give me…..
You give me scholarship to come to this Master Program that I, we-my family wait for a long time, about 6 year…. Thank you to make us learn how to wait God’s time. Thank you for first semester that you make me success to finish. Thank you for the second semester. I can not finished if not because You. You, Lord God help me to pass the semesters. Bless my Advisor, bless Co-Advisors, Committee, Administration, and all of my friends that help me to study, learn how to learn, to learn how unique Thai peoples, traditions, styles, and many things. Thank you for room, meals, and so on until now. Thank you for Your promises Lord God. Your promises are true. True from Your views. Your views is too large for me, sometime I cannot understand. Please help me to understand Lord God. And what should I do. Thank you for many friends. Bless all persons that I meet. Thanks for coloring my seconds, minutes, days, weeks, month, till one year today. I could not count your gifts. Thank you for all that I know. Thank you for all that I don’t know. Give me wisdom to understand Your will Lord God, and follow it through. Help me to do as Your will. Because Your will is the best for me. Your will is my rest, my hope, my ways. Your ways is the best for us. Thank you Jesus. Thank you. In Jesus name, I pray, Amen
Thank you very much for today.
One year ago, you make me arrive in this University.
Thank you for one year for me to study.
Thank you for everything that you give me…..
You give me scholarship to come to this Master Program that I, we-my family wait for a long time, about 6 year…. Thank you to make us learn how to wait God’s time. Thank you for first semester that you make me success to finish. Thank you for the second semester. I can not finished if not because You. You, Lord God help me to pass the semesters. Bless my Advisor, bless Co-Advisors, Committee, Administration, and all of my friends that help me to study, learn how to learn, to learn how unique Thai peoples, traditions, styles, and many things. Thank you for room, meals, and so on until now. Thank you for Your promises Lord God. Your promises are true. True from Your views. Your views is too large for me, sometime I cannot understand. Please help me to understand Lord God. And what should I do. Thank you for many friends. Bless all persons that I meet. Thanks for coloring my seconds, minutes, days, weeks, month, till one year today. I could not count your gifts. Thank you for all that I know. Thank you for all that I don’t know. Give me wisdom to understand Your will Lord God, and follow it through. Help me to do as Your will. Because Your will is the best for me. Your will is my rest, my hope, my ways. Your ways is the best for us. Thank you Jesus. Thank you. In Jesus name, I pray, Amen
Sunday, August 12, 2007
Masa Bagi Tuhan
...
Engkau memegang hari esokku
dan memberiku masa depan
bersamaMu ku tak akan goyah...
Engkau memegang hari esokku
RencanaMu Agung Sempurna
bersamaMu ku tak akan goyah
...
Engkau memegang hari esokku
dan memberiku masa depan
bersamaMu ku tak akan goyah...
Engkau memegang hari esokku
RencanaMu Agung Sempurna
bersamaMu ku tak akan goyah
...
Bapa kami cinta Engkau
Bapa disurga kami cinta Kau...
NamaMu diagungkan dis'luruh bumi...
KerajaanMu ditegakkan dalam pujian...
Biarkan aku beritakan karyaMu...
terpujilah Tuhan Allah yang berkuasa...
dulu sekarang dan selamanya
terpujilah Tuhan Allah yang perkasa...
sekarang dan selamanya
NamaMu diagungkan dis'luruh bumi...
KerajaanMu ditegakkan dalam pujian...
Biarkan aku beritakan karyaMu...
terpujilah Tuhan Allah yang berkuasa...
dulu sekarang dan selamanya
terpujilah Tuhan Allah yang perkasa...
sekarang dan selamanya
Saturday, July 28, 2007
JanjiNYA: memulihkan
[&]
Dia sanggup, Yesus sanggup,
memulihkan perkara yang besar.
menyembuhkan yang menderita.
Dia sanggup memulihkan hidupku...
[meski hati kecil kadang berkata: bagaimana caranya Nya ya?...]
[&}
JanjiNYA....
DIA pegang tanganku...
DIA pegang tanganku...
JanjiNYA DIA angkat tanganku...
JAnjiNYA DIA pulihkan hidupku memulihkanku...
refleksi:
airmata disana...airmata pengharapan...
doa disana...doa pengharapan...
iman disana...iman pengharapan...
disertai kasih saat sekarang...
hanya: aku hanya lakukan bagianku sesuai peran yang DIA berikan pada saya...
Dia sanggup, Yesus sanggup,
memulihkan perkara yang besar.
menyembuhkan yang menderita.
Dia sanggup memulihkan hidupku...
[meski hati kecil kadang berkata: bagaimana caranya Nya ya?...]
[&}
JanjiNYA....
DIA pegang tanganku...
DIA pegang tanganku...
JanjiNYA DIA angkat tanganku...
JAnjiNYA DIA pulihkan hidupku memulihkanku...
refleksi:
airmata disana...airmata pengharapan...
doa disana...doa pengharapan...
iman disana...iman pengharapan...
disertai kasih saat sekarang...
hanya: aku hanya lakukan bagianku sesuai peran yang DIA berikan pada saya...
Wednesday, July 25, 2007
Kolose 1
Kolose 1
1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,
1:2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.
1:3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
1:5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,
1:6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
1:7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.
1:8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.
1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,
1:2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.
1:3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
1:5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,
1:6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
1:7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.
1:8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.
Saturday, July 21, 2007
KesediaanNYA
Minggu, 22 Juli 2007
Bacaan Setahun : Mazmur 31-32; Kisah 23:16-35
Nats : Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu (Mazmur 32:8)
NALURI
Bacaan : Mazmur 32
Terbang menembus badai adalah pengalaman yang berbahaya. Ada godaan untuk terbang sesuai dengan naluri saja, atau, seperti istilah yang dipakai para penerbang: "untung-untungan". Namun, seperti perkataan setiap pilot kepada Anda, resep itu dapat mendatangkan bencana. Apabila Anda bergantung pada perasaan dan naluri, Anda akan kehilangan arah, dan berpikir bahwa pesawat mengarah ke atas padahal sebenarnya mengarah ke bawah. Untunglah, panel peralatan disetel ke arah utara dan selalu dapat dipercaya. Dengan dibimbing berbagai peralatan itu, keamanan Anda dalam badai dapat terjamin, bahkan meskipun kita merasa sepertinya alat-alat itu salah.
Kita semua menghadapi badai-badai yang dapat mengacaukan dan membingungkan. Badai-badai ini mungkin berupa masalah-masalah kesehatan, sahabat yang mengkhianati Anda, atau impian yang hancur. Itulah saatnya Anda harus sungguh berhati-hati. Jika Anda dibutakan oleh kekecewaan hidup, jangan percayai naluri Anda. Terbang untung-untungan dalam berbagai badai kehidupan dapat membawa kita kepada keputusasaan, kebingungan, dan pembalasan dendam yang justru semakin memperburuk keadaan. Allah ingin membimbing Anda, dan firman-Nya penuh dengan hikmat serta pengertian tentang kehidupan. "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Pimpinan-Nya selalu benar!
Bukalah Alkitab Anda, dan percayailah Allah untuk membimbing Anda. Dia telah berjanji, "Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh" (Mazmur 32:8) --JMS
SEMAKIN DEKAT KITA BERJALAN DENGAN ALLAH
SEMAKIN JELAS KITA MELIHAT BIMBINGAN-NYA
taken from: www.sabda.org
Bacaan Setahun : Mazmur 31-32; Kisah 23:16-35
Nats : Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu (Mazmur 32:8)
NALURI
Bacaan : Mazmur 32
Terbang menembus badai adalah pengalaman yang berbahaya. Ada godaan untuk terbang sesuai dengan naluri saja, atau, seperti istilah yang dipakai para penerbang: "untung-untungan". Namun, seperti perkataan setiap pilot kepada Anda, resep itu dapat mendatangkan bencana. Apabila Anda bergantung pada perasaan dan naluri, Anda akan kehilangan arah, dan berpikir bahwa pesawat mengarah ke atas padahal sebenarnya mengarah ke bawah. Untunglah, panel peralatan disetel ke arah utara dan selalu dapat dipercaya. Dengan dibimbing berbagai peralatan itu, keamanan Anda dalam badai dapat terjamin, bahkan meskipun kita merasa sepertinya alat-alat itu salah.
Kita semua menghadapi badai-badai yang dapat mengacaukan dan membingungkan. Badai-badai ini mungkin berupa masalah-masalah kesehatan, sahabat yang mengkhianati Anda, atau impian yang hancur. Itulah saatnya Anda harus sungguh berhati-hati. Jika Anda dibutakan oleh kekecewaan hidup, jangan percayai naluri Anda. Terbang untung-untungan dalam berbagai badai kehidupan dapat membawa kita kepada keputusasaan, kebingungan, dan pembalasan dendam yang justru semakin memperburuk keadaan. Allah ingin membimbing Anda, dan firman-Nya penuh dengan hikmat serta pengertian tentang kehidupan. "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Pimpinan-Nya selalu benar!
Bukalah Alkitab Anda, dan percayailah Allah untuk membimbing Anda. Dia telah berjanji, "Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh" (Mazmur 32:8) --JMS
SEMAKIN DEKAT KITA BERJALAN DENGAN ALLAH
SEMAKIN JELAS KITA MELIHAT BIMBINGAN-NYA
taken from: www.sabda.org
setiaNYA kekal
aku hendak menyaksikan kasih setia Tuhan
dengan mulutku dengan hatiku
wuo wuo
aku hendak memperkenalkan kasih setia Tuhan
selamanya selamanya
wuo woh
s'bab kasih setiaMU dibangun 'tuk selamanya
kesetiaanMU tegak seperti langit
s'bab kasih setiaMU dibangun 'tuk selamanya
kesetiaanMU tegak seperti langit
dengan mulutku dengan hatiku
wuo wuo
aku hendak memperkenalkan kasih setia Tuhan
selamanya selamanya
wuo woh
s'bab kasih setiaMU dibangun 'tuk selamanya
kesetiaanMU tegak seperti langit
s'bab kasih setiaMU dibangun 'tuk selamanya
kesetiaanMU tegak seperti langit
Subscribe to:
Posts (Atom)