Kehendak Tuhan perihal Thesis: menyampaikan dengan lemah lembut, mengikuti aturan penulisan (scientific report);
Kehendak Tuhan bagi Keluarga: dukungan financial;
Kehendak Tuhan perihal Persahabatan: jalini kontaktak;
Puji2an penyemangat"
Raihlah janji yang Tuhan bri
Di dalam hatimu yang suci
Serasa aku tak percaya
harapan Dia bri dalam hidupku
Kita selalu berdekatan
tak terasa kini kan berpisah
Kesatuan hati yang terbuka
yang membuat kita kuat
Reff.:
Persahabatan kan kekal
bila Yesus beserta
Persahabatan tak kenal
perasaan kecewa
Sampai waktunya tiba
Pulang kerumah Bapa
Waktu hidup tak panjang
Bersahabatlah....!
Sunday, November 02, 2008
Saturday, October 04, 2008
Apa yang menggerakkan kehidupan Anda?
Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu...
Rick Warren dalam bukunya The Purpose Driven Life menuliskan ada lima penggerak yang paling umum:[1]. rasa bersalah, [2]. kebencian dan kemarahan,[3]. rasa takut, [4]. materialisme, [5]. kebutuhan akan pengakuan.
Banyak orang digerakkan oleh rasa bersalah.
Banyak orang digerakkan oleh kebencian dan kemarahan.
Perhatikan: Orang-orang yang melukai Anda pada masa lalu tidak mungkin terus melukai Anda sekarang kecuali jika Anda mempertahankan rasa sakit hati itu melalui kebencian.
Banyak orang digerakkan oleh rasa takut.
Ketakutan adalah penjara yang dibangun demi diri sendiri yang akan menghalangi Anda untuk menjadi apa yang Allah maksudkan bagi Anda. Anda harus bergerak melawannya dengan senjata iman dan kasih. "Didalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna didalam kasih."
Banyak orang digerakkan oleh materialisme.
Banyak orang digerakkan oleh kebutuhan akan pengakuan.
Saya tidak mengetahui semua kunci keberhasilan, tetapi salah satu kunci menuju kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang.
Tanpa suatu tujuan, kehidupan bagaikan gerakan tanpa makna, kegiatan tanpa arah, peristiwa tanpa alasan. Tanpa suatu tujuan, kehidupan tidak berarti.
Rick Warren dalam bukunya The Purpose Driven Life menuliskan ada lima penggerak yang paling umum:[1]. rasa bersalah, [2]. kebencian dan kemarahan,[3]. rasa takut, [4]. materialisme, [5]. kebutuhan akan pengakuan.
Banyak orang digerakkan oleh rasa bersalah.
Banyak orang digerakkan oleh kebencian dan kemarahan.
Perhatikan: Orang-orang yang melukai Anda pada masa lalu tidak mungkin terus melukai Anda sekarang kecuali jika Anda mempertahankan rasa sakit hati itu melalui kebencian.
Banyak orang digerakkan oleh rasa takut.
Ketakutan adalah penjara yang dibangun demi diri sendiri yang akan menghalangi Anda untuk menjadi apa yang Allah maksudkan bagi Anda. Anda harus bergerak melawannya dengan senjata iman dan kasih. "Didalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna didalam kasih."
Banyak orang digerakkan oleh materialisme.
Banyak orang digerakkan oleh kebutuhan akan pengakuan.
Saya tidak mengetahui semua kunci keberhasilan, tetapi salah satu kunci menuju kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang.
Tanpa suatu tujuan, kehidupan bagaikan gerakan tanpa makna, kegiatan tanpa arah, peristiwa tanpa alasan. Tanpa suatu tujuan, kehidupan tidak berarti.
Saturday, September 06, 2008
pergumulan berat di sekitar ultah
Perencanaan Pribadi 2008
V i s i :
Yesaya 55:1 – 13 (4-5, 12-13)
Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Terjemahan Visi 2008: Pemuridan mulai dari keluarga (Ulangan 6:1-9(7))
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Pernyataan Misi:
Sebagai orang percaya
1. Di dalam kehidupan manusia batiniah (watak / pengenalan akan Allah)
Memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Memfokuskan pertumbuhannya pada bidang tertentu sesuai tuntunan Roh kudus.
2. Mental
Memperbaruinya sedemikian sehingga dapat membedakan apa yang baik yang berkenan
kepada Allah dan yang sempurna
3. Jasmani
Melatih setiap anggota tubuh supaya bisa menguasainya (dengan kebiasaan baik yang dihidupinya) untuk menjadi senjata kebenaran
4. Finansial
Menikmati kecukupan dari, oleh dan untuk Allah : supaya dapat menikmati pergumulan akan pemenuhan kebutuhan2
5. Emosi
Menjadikannya sebagai sarana luapan nyanyian baru demi nyanyian baru bagi keindahan, terang dan kemuliaanNya
6. Kehidupan sosial
Menjadikan setiap kesempatan interaksi dengan sesama sebagai ekspresi kasih kepada mereka
.: Mengingat ultah isteri 2008 August 14 :.
V i s i :
Yesaya 55:1 – 13 (4-5, 12-13)
Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Terjemahan Visi 2008: Pemuridan mulai dari keluarga (Ulangan 6:1-9(7))
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Pernyataan Misi:
Sebagai orang percaya
1. Di dalam kehidupan manusia batiniah (watak / pengenalan akan Allah)
Memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Memfokuskan pertumbuhannya pada bidang tertentu sesuai tuntunan Roh kudus.
2. Mental
Memperbaruinya sedemikian sehingga dapat membedakan apa yang baik yang berkenan
kepada Allah dan yang sempurna
3. Jasmani
Melatih setiap anggota tubuh supaya bisa menguasainya (dengan kebiasaan baik yang dihidupinya) untuk menjadi senjata kebenaran
4. Finansial
Menikmati kecukupan dari, oleh dan untuk Allah : supaya dapat menikmati pergumulan akan pemenuhan kebutuhan2
5. Emosi
Menjadikannya sebagai sarana luapan nyanyian baru demi nyanyian baru bagi keindahan, terang dan kemuliaanNya
6. Kehidupan sosial
Menjadikan setiap kesempatan interaksi dengan sesama sebagai ekspresi kasih kepada mereka
.: Mengingat ultah isteri 2008 August 14 :.
hari yang terindah
di hatiku ada cintaNya
di hatiku kucinta padaNya
kuingin selalu mendengar suaraNya
bertumbuh dalam iman kepadaNya
hari yang terindah
ketika kujumpa
dengan Yesus yang menjadi kekasih hatiku
walau banyak rintangan
jalan yang dihadapan
kasihNya sungguh jadi buatku
::puji2an kepada Tuhan di suatu malam, perjalanan pulang dari Workshop or Honglab or Office menuju Barn (house: rent)
di hatiku kucinta padaNya
kuingin selalu mendengar suaraNya
bertumbuh dalam iman kepadaNya
hari yang terindah
ketika kujumpa
dengan Yesus yang menjadi kekasih hatiku
walau banyak rintangan
jalan yang dihadapan
kasihNya sungguh jadi buatku
::puji2an kepada Tuhan di suatu malam, perjalanan pulang dari Workshop or Honglab or Office menuju Barn (house: rent)
Tuesday, June 10, 2008
Yer 29:1-23
TUHAN ADA DI DEPAN; DIA MEMIMPIN KITA
JUGA SELALU ADA DI SISI; DIA MENEMANI KITA
Tuhan terima kasih karena Engkau sungguh mampu melihat masa depan saya, karena Engkau meskipun dalam keadaan sadar atau tidak sadar, dalam segala keadaan Engkau, Engkaulah, Engkau sungguh selalu hadir dalam waktu2 tersebut, Engkau selalu menemani saya. Dalam keadaan proses pemenuhan kebutuhan2 pasangan dan anak pun Engkau selalu hadir. Ajar aku memahami arti kemahahadiranMu tersebut. Dalam namaMu aku berdoa dan bersyukur, Amin.
JUGA SELALU ADA DI SISI; DIA MENEMANI KITA
Tuhan terima kasih karena Engkau sungguh mampu melihat masa depan saya, karena Engkau meskipun dalam keadaan sadar atau tidak sadar, dalam segala keadaan Engkau, Engkaulah, Engkau sungguh selalu hadir dalam waktu2 tersebut, Engkau selalu menemani saya. Dalam keadaan proses pemenuhan kebutuhan2 pasangan dan anak pun Engkau selalu hadir. Ajar aku memahami arti kemahahadiranMu tersebut. Dalam namaMu aku berdoa dan bersyukur, Amin.
Monday, June 09, 2008
berkat ultah pernikahan
pindahan rumah atas pertolongan Tuhan dan teman2 student di kampus
per 27 April 2008
per 27 April 2008
Tuesday, March 11, 2008
happy birthday
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/03/11/
Selasa, 11 Maret 2008
Bacaan Setahun : Yosua 22-24
Nats : Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu (Kejadian 50:17)
BERANI BERDAMAI
Bacaan : Kejadian 50:15-21
Seorang ibu sulit menaikkan Doa Bapa Kami, sebab ia tak sudi mengampuni. Semula ia bangga memiliki suami yang setia. Belakangan, ketika sang suami mendadak meninggal karena serangan jantung, baru terkuak sisi gelap hidupnya. Rupanya, sudah lama ia selingkuh. Ibu itu sangat kaget. Rasa kehilangannya berubah menjadi kebencian. Ia sulit mengampuni meski suaminya telah pergi.
Tanpa pengampunan, kesalahan yang kita atau orang lain perbuat akan menjadi sampah di hati. Jika dibiarkan, baik yang berbuat salah atau yang terluka sama-sama menderita. Saudara-saudara Yusuf bertahun-tahun memendam rasa bersalah karena telah merusak hidup Yusuf (Kejadian 50:15). Ketakutan membayangi mereka: kelak Yusuf pasti balas dendam! Nyatanya, Yusuf sama sekali tak menyimpan dendam.
Bertahun-tahun Yusuf dan saudara-saudaranya kehilangan kontak. Selama itu, Yusuf hidup merana tanpa saudara. Semua itu baru berakhir setelah saudara-saudara Yusuf bersujud dan memohon ampun di hadapannya. Yusuf pun menangis haru. Ia mengatakan bahwa ia tak akan mengadili dan menghukum mereka, tetapi ia justru akan memelihara hidup mereka (ayat 18-21). Hari itu, beban berat yang menyelimuti hati bertahun-tahun lenyap! Babak baru hidup mereka dimulai, sebab ada pengampunan dan pemulihan.
Dalam hidup bersama, ada saatnya kita menyakiti atau disakiti. Itu tak terhindarkan. Yang penting, apa yang kita perbuat sesudahnya; memilih untuk membiarkannya lalu hidup dalam dendam atau mengupayakan perdamaian? Hanya dengan berani mengakui dan mengampuni, kita bisa merasakan indahnya pemulihan -JTI
ORANG YANG HATINYA MUDAH MENGAMPUNI
MAMPU MENGHADIRKAN SURGA DI BUMI
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/03/11/
Selasa, 11 Maret 2008
Bacaan Setahun : Yosua 22-24
Nats : Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu (Kejadian 50:17)
BERANI BERDAMAI
Bacaan : Kejadian 50:15-21
Seorang ibu sulit menaikkan Doa Bapa Kami, sebab ia tak sudi mengampuni. Semula ia bangga memiliki suami yang setia. Belakangan, ketika sang suami mendadak meninggal karena serangan jantung, baru terkuak sisi gelap hidupnya. Rupanya, sudah lama ia selingkuh. Ibu itu sangat kaget. Rasa kehilangannya berubah menjadi kebencian. Ia sulit mengampuni meski suaminya telah pergi.
Tanpa pengampunan, kesalahan yang kita atau orang lain perbuat akan menjadi sampah di hati. Jika dibiarkan, baik yang berbuat salah atau yang terluka sama-sama menderita. Saudara-saudara Yusuf bertahun-tahun memendam rasa bersalah karena telah merusak hidup Yusuf (Kejadian 50:15). Ketakutan membayangi mereka: kelak Yusuf pasti balas dendam! Nyatanya, Yusuf sama sekali tak menyimpan dendam.
Bertahun-tahun Yusuf dan saudara-saudaranya kehilangan kontak. Selama itu, Yusuf hidup merana tanpa saudara. Semua itu baru berakhir setelah saudara-saudara Yusuf bersujud dan memohon ampun di hadapannya. Yusuf pun menangis haru. Ia mengatakan bahwa ia tak akan mengadili dan menghukum mereka, tetapi ia justru akan memelihara hidup mereka (ayat 18-21). Hari itu, beban berat yang menyelimuti hati bertahun-tahun lenyap! Babak baru hidup mereka dimulai, sebab ada pengampunan dan pemulihan.
Dalam hidup bersama, ada saatnya kita menyakiti atau disakiti. Itu tak terhindarkan. Yang penting, apa yang kita perbuat sesudahnya; memilih untuk membiarkannya lalu hidup dalam dendam atau mengupayakan perdamaian? Hanya dengan berani mengakui dan mengampuni, kita bisa merasakan indahnya pemulihan -JTI
ORANG YANG HATINYA MUDAH MENGAMPUNI
MAMPU MENGHADIRKAN SURGA DI BUMI
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
Subscribe to:
Comments (Atom)